IHSG mengukuhkan posisi di zona hijau



KONTAN.CO.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini terus bertahan di zona hijau. IHSG menguat 23,19 poin atau 0,40% ke level 5.789,33.

Indeks menguat dengan tenaga dari sembilan sektor. Penguatan terbesar berasal dari sektor aneka industri 1,07%, disusul sektor konstruksi yang naik 0,89%, sektor industri dasar 0,85%, dan sektor manufaktur 0,74%. 

Sektor barang konsumer pun naik 0,61%. Sektor infrastruktur dan perdagangan masing-masing naik 0,35% dan 0,32%. Sedangkan sektor keuangan dan perkebunan naik 0,13% dan 0,10%. Hanya sektor pertambangan yang masih turun 0,59%.


Kenaikan indeks ini ditopang oleh volume transaksi 3,54 miliar saham dan nilai transaksi Rp 2,25 triliun. Sebanyak 174 saham menguat, 124 saham tidak bergerak, dan 119 saham menurun.

Jajaran sham-saham top gainers pada indeks LQ45 adalah PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) yang naik 2,63%, seham PT Adhi Karya Tbk (ADHI) 2,43%, dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang naik 2,30%.

Sedangkan top losers hingga siang ini adalah saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR) yang turun 1,82%, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) 1,40% dan PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) 1,20%.

Investor asing mencatatkan pembelian bersih di pasar reguler sebanyak Rp 39,12 miliar. Tapi, asing mencetak penjualan bersih di seluruh pasar Rp 39,54 miliar.

Pembelian bersih asing cukup tebal pada saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Sedangkan penjualan bersih masih terjadi pada saham-saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS).

Yuni, Analis NH Korindo Sekuritas, dalam riset yang diterima KONTAN menulis, dari sisi global, data inflasi Juli Amerika Serikat (AS) yang dirilis pada Jumat lalu ternyata hanya sebesar 0,1%, lebih rendah dibandingkan dengan ekspektasi sebesar 0,2%. "Hal ini telah memicu pelemahan dollar AS terhadap mata uang lain," tulis Yuni.

Dengan begitu, mata uang rupiah hari ini diprediksi akan kembali menguat setelah pada Jumat lalu tertekan secara luar biasa akibat melebarnya defisit neraca berjalan pada kuartal II/2017. Di lain sisi, pelaku pasar juga akan menyoroti data neraca perdagangan Indonesia pada Juli yang diperkirakan akan terjadi peningkatan ekspor.

Yuni mengestimasi pergerakan IHSG akan bergerak menguat dengan support range 5.749-5.755 dan resistance 5.793-5.796. Dia merekomendasikan investor untuk melakukan trading buy pada saham JSMR, WSKT, dan ADRO.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati