IHSG merosot 0,92% ke 6.228 pada akhir perdagangan Jumat (1/10)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam pada perdagangan terakhir pekan ini. Jumat (1/10), IHSG anjlok 0,92% atau 58,1 poin ke 6.228,84 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Delapan indeks sektoral melemah bersama dengan IHSG. Sektor barang konsumsi nonprimer merosot 1,67%. Sektor kesehatan terjun 1,53%. Sektor teknologi tergerus 1,41%. Sektor barang baku merosot 1,31%. Sektor barang konsumsi primer melemah 0,97%. Sektor keuangan tergerus 0,68%. Sektor energi turun 0,53%. Sektor perindustrian melemah 0,45.

Masih ada tiga indeks sektoral yang mampu menguat hingga tutup pasar. Sektor properti dan real estat menguat 0,82%. Sektor transportasi dan logistik menguat 0,41%. Sektor infrastruktur naik tipis 0,01%.


Total volume transaksi bursa mencapai 22,66 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 31,38 triliun. Sebanyak 303 saham turun harga. Ada 203 saham yang menguat dan 151 saham flat.

Baca Juga: Berbalik melemah, rupiah spot ke Rp 14.317 per dolar AS pada tengah hari ini (1/10)

Top gainers LQ45 hari ini adalah:

  • PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) 7,56%
  • PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) 6,61%
  • PT PP Tbk (PTPP) 5,50%
Top losers LQ45 terdiri dari:

  • PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) -5,24%
  • PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) -4,30%
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) -3,43%
Baca Juga: Ada Transaksi Crossing Saham SUPR Bernilai Jumbo Hingga Rp 16,7 Triliun

Investor asing mencatat net sell Rp 10,52 triliun. Mayoritas net sell asing terjadi di pasar negosiasi, yakni hingga Rp 11,87 triliun. Sedangkan di pasar reguler investor asing justru mencatat net buy Rp 1,36 triliun.

Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) Rp 12,2 triliun, PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) Rp 68,7 miliar, dan PT ABM Investama Tbk (ABMM) Rp 55 miliar.

Saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 690 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 325,7 miliar, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 142,6 miliar.

Selanjutnya: Tingkat inflasi rendah, ekonom ingatkan inflasi akhir tahun bisa di bawah target BI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati