IHSG Naik 0,10% ke 5.918 Sesi I Jumat (10/7), Saham PGEO, HRTA, ADRO Jadi Top Gainers



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada perdagangan sesi I, Jumat (10/7/2026), sejalan dengan reli yang terjadi di mayoritas bursa saham Asia.

Mengutip data RTI pukul 11.30 WIB, IHSG naik 0,10% atau 6,03 poin ke level 5.918,47.

Baca Juga: Rupiah Melemah, Simak Prospek dan Rekomendasi Saham KLBF


Sebanyak 405 saham menguat, 208 saham melemah, dan 171 saham bergerak stagnan. Total volume perdagangan mencapai 11,5 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 4,7 triliun.

Penguatan IHSG ditopang oleh delapan indeks sektoral. Tiga sektor yang mencatat kenaikan terbesar adalah IDX Property yang naik 1,22%, disusul IDX Transportation 1,12%, dan IDX Basic Materials 1,09%.

Baca Juga: Harga Anjlok 30%, Presdir Sido Muncul Borong Sejuta Saham SIDO

Di kelompok saham LQ45, penguatan terbesar dibukukan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang naik 4,74% ke Rp 995. Selanjutnya, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menguat 3,44% ke Rp 1.805 dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) naik 3,06% ke Rp 2.360.

Sementara itu, saham LQ45 yang mencatat pelemahan terbesar adalah PT Astra International Tbk (ASII) yang turun 1,84% ke Rp 4.790, diikuti PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang melemah 1,76% ke Rp 1.395, serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang terkoreksi 1,59% ke Rp 2.470.

Baca Juga: Antrean Saham RANS 20 Juta Lot: Cek Profil, Manajeman, hingga Kinerja Terbarunya

 
PGEO Chart by TradingView

Sentimen positif juga datang dari bursa saham Asia yang menguat tajam pada perdagangan Jumat (10/7).

Reli dipimpin oleh saham-saham sektor semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI), meski ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

"Saya terus memantau perkembangan di Timur Tengah dan situasinya memang tidak terlihat baik. Namun, investor tampaknya sangat tangguh menghadapi risiko tersebut, dengan saham teknologi kembali menjadi pendorong utama kenaikan pasar," ujar Chief Market Strategist ATFX Global di Sydney, Nick Twidale dilansir dari Reuters.

Di kawasan Asia, indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 1,8%, sedangkan indeks KOSPI Korea Selatan melesat 4%.

Saham produsen chip SK Hynix naik 1% dan Samsung Electronics menguat 3%. Sementara itu, bursa saham Taiwan ditutup akibat topan.

Baca Juga: Optimisme Konsumen Melemah, Emiten Ritel dan Elektronik Rentan Tertekan

Kenaikan tersebut mendorong indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang naik 1,3%.

Meski demikian, Twidale mengingatkan pelaku pasar agar tetap mewaspadai risiko geopolitik. Menurutnya, pasar kemungkinan belum sepenuhnya memperhitungkan dampak jika Selat Hormuz kembali ditutup dalam beberapa hari ke depan.

"Kita memang mengawali perdagangan Asia dengan sentimen positif. Namun, saya masih sangat berhati-hati karena pasar belum sepenuhnya memperhitungkan risiko jika Selat Hormuz kembali ditutup," ujarnya.

Meski konflik di Timur Tengah kembali memanas, fokus investor pekan ini masih tertuju pada prospek sektor kecerdasan buatan (AI) yang terus menopang reli pasar saham global, meskipun di saat yang sama memunculkan kekhawatiran mengenai keberlanjutan valuasi saham-saham teknologi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: