KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit pada sesi pertama perdagangan Senin (19/1/2026), setelah sempat bergerak tertekan di awal perdagangan. Mengutip data RTI, IHSG naik 0,27% atau bertambah 24,292 poin ke level 9.099,698. Pergerakan pasar saham domestik ditopang oleh mayoritas saham yang menguat, dengan rincian 350 saham naik, 337 saham turun, dan 116 saham stagnan.
Baca Juga: Primaya (PRAY) Targetkan Kinerja Tumbuh Dua Digit pada 2026, Cek Rekomendasi Analis Total volume perdagangan mencapai 37,5 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 16,8 triliun. Sebanyak enam indeks sektoral menopang penguatan IHSG pada sesi pagi. Tiga sektor dengan kenaikan tertinggi adalah IDX-Cyclic yang naik 1,12%, disusul IDX-Infra 0,48%, dan IDX-NonCyclic 0,36%. Saham top gainers LQ45:
- PT Astra International Tbk (ASII) melonjak 4,96% ke Rp 7.400
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 4,59% ke Rp 2.960
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menguat 2,68% ke Rp 113.975
Baca Juga: Ada Wacana Penurunan Batas Komisi Aplikasi, Simak Prospek Kinerja GoTo Gojek (GOTO) Saham top losers LQ45:
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) turun 5,70% ke Rp 745
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terkoreksi 5,61% ke Rp 7.575
- PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) melemah 4,49% ke Rp 2.340
Baca Juga: Rupiah Melemah 0,21% ke Rp 16.922 per Dolar AS Senin (19/1) Siang, Terlemah di Asia Di sisi global, pasar saham Asia Pasifik mayoritas melemah pada perdagangan Senin. Investor mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Greenland, serta rilis data ekonomi penting dari China. Selama akhir pekan, Trump dan sejumlah pemimpin Eropa saling melontarkan pernyataan keras terkait wilayah Arktik tersebut. Trump mengancam akan mengenakan tarif terhadap delapan negara Eropa dan menuntut kendali atas Greenland, yang merupakan bagian dari Denmark.
Baca Juga: Risiko Refinancing Meningkat, Pefindo Pangkas Peringkat Kredit PTPP Para pemimpin Eropa merespons dengan menyebut ancaman itu sebagai tindakan yang “sepenuhnya keliru” dan “tidak dapat diterima”. Dari kawasan Asia, China merilis data pertumbuhan ekonomi kuartal IV, bersamaan dengan laporan penjualan ritel, investasi perkotaan, dan produksi industri periode Desember. Indeks Hang Seng Hong Kong ambles 1,05%, sementara indeks CSI 300 China daratan turun tipis. Di Jepang, indeks Nikkei 225 memimpin pelemahan di kawasan Asia dengan penurunan 0,97%, sedangkan Topix terkoreksi 0,47%. Di pasar obligasi Jepang, imbal hasil obligasi pemerintah tenor panjang melonjak ke level tertinggi baru. Yield obligasi pemerintah Jepang (JGB) tenor 10 tahun menyentuh 2,244%, tertinggi sejak 1999. Yield JGB tenor 20 tahun dan 30 tahun juga mencetak rekor tertinggi. Berbeda dengan tren regional, pasar saham Korea Selatan justru menguat. Indeks Kospi naik 0,81% dan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq bertambah 0,68%.
Baca Juga: Ada Wacana Penurunan Batas Komisi Aplikasi, Begini Efeknya ke Bisnis GOTO Saham produsen otomotif Hyundai mencetak rekor tertinggi setelah harganya melonjak hingga 12,59%. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun 0,48%, tertekan oleh pelemahan saham-saham sektor teknologi.
Sementara itu, dari pasar komoditas, harga emas dan perak spot sama-sama mencetak rekor tertinggi. Harga perak melonjak 3,63% ke level US$ 93,17 per ons troi, sedangkan emas menguat 1,58% ke posisi US$ 4.668,19 per ons troi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News