KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan dengan kinerja positif. Pada perdagangan Jumat (31/7/2026), IHSG menguat 0,80% ke level 6.236,13. Penguatan tersebut sekaligus membawa IHSG mencatat kenaikan sebesar 0,81% secara mingguan, didukung oleh meningkatnya volume pembelian di pasar. Kondisi ini mencerminkan masih terjaganya minat investor di tengah berbagai sentimen global dan domestik yang memengaruhi pergerakan pasar. Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan bahwa pergerakan IHSG sepanjang pekan dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan internal.
Prospek IHSG Pekan Depan
Dari sisi teknikal, Alrich memperkirakan tren positif IHSG masih berpotensi berlanjut pada pekan depan. "IHSG diperkirakan melanjutkan penguatan dengan menguji level 6.300 hingga 6.380," jelasnya. Sementara itu, Herditya juga melihat peluang penguatan masih terbuka, meski ruang kenaikannya diperkirakan relatif terbatas. "Kami perkirakan IHSG masih berpeluang menguat dengan kecenderungan terbatas, dengan support di 5.966 dan resistance di 6.377," ungkapnya. Baca Juga: IHSG Melesat 10,51% ke 6.236 di Juli 2026, Waktunya Profit Taking? Menurut Herditya, pelaku pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi penting pada pekan depan. Dari dalam negeri, investor menunggu rilis data neraca perdagangan, inflasi, serta cadangan devisa Indonesia. Adapun dari eksternal, perhatian pasar akan tertuju pada data Purchasing Managers' Index (PMI) dan neraca perdagangan China. Selain itu, investor juga akan menantikan rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, termasuk non-farm payroll (NFP), sekaligus mencermati arah kebijakan moneter Bank Indonesia dan pergerakan nilai tukar rupiah.Rekomendasi Saham
Untuk strategi perdagangan, Herditya merekomendasikan beberapa saham yang layak dicermati pada awal pekan depan, yaitu:- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) pada kisaran harga Rp595-Rp605 per saham.
- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) di rentang Rp1.455-Rp1.610 per saham.
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) pada kisaran Rp540-Rp580 per saham.