KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (
IHSG) memperpanjang reli menjadi sembilan hari berturut-turut pada penutupan perdagangan Selasa (21/7/2026). Di balik penguatan tersebut, investor asing masih tercatat melakukan aksi jual bersih pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, meski secara keseluruhan tetap membukukan beli bersih tipis di seluruh pasar. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Business, IHSG ditutup menguat 1,74% ke level 6.340,02. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di zona hijau dengan kisaran 6.247 hingga 6.340.
Penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas sektor. Sebanyak 10 dari 11 indeks sektoral ditutup di zona hijau. Sektor energi memimpin kenaikan dengan lonjakan 3,48%, diikuti sektor barang baku 2,76%, infrastruktur 2,67%, serta properti dan real estat 2,34%.
Baca Juga: IHSG Diperkirakan Konsolidasi, Saatnya Beli Saham? (16/7) Selain itu, sektor teknologi menguat 2,25%, perindustrian 1,79%, barang konsumer nonprimer 1,36%, barang konsumer primer 0,76%, transportasi 0,72%, dan keuangan 0,57%. Adapun sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang terkoreksi, turun 1,33%. Aktivitas perdagangan juga terbilang ramai. Volume transaksi mencapai 50,78 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 21,30 triliun. Sebanyak 421 saham menguat, 205 saham melemah, dan 169 saham ditutup tidak berubah. Meski mencatatkan net buy sebesar Rp 31,36 miliar di seluruh pasar, investor asing masih melakukan aksi jual bersih pada sejumlah saham unggulan. Saham PT Astra International Tbk (ASII) menjadi yang paling banyak dilepas dengan nilai net sell Rp 61,36 miliar, disusul PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 48,55 miliar, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) Rp 46,59 miliar, serta PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 34,30 miliar.
Baca Juga: IHSG Menguat 9 Hari Berturut-turut, Intip Saham yang Diborong Asing, Selasa (21/7) Daftar saham dengan net sellasing terbesar lainnya adalah PT Merdeka Gold Resources Tbk (MDKA) senilai Rp 29,04 miliar, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 27,90 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 25,42 miliar, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 23,74 miliar, PT Timah Tbk (TINS) Rp 18,32 miliar, dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Rp 18,13 miliar. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News