IHSG Naik 2,68% ke 6.043 Sesi I Jumat (12/6), Saham INCO, BUMI, DEWA Jadi Top Gainers



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat pada perdagangan sesi pertama Jumat (12/6/2026), sejalan dengan reli bursa saham Asia yang didorong optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Mengutip data RTI, hingga pukul 11.30 WIB, IHSG naik 2,68% atau 157,52 poin ke level 6.043,55. Sebanyak 610 saham menguat, 101 saham melemah, dan 100 saham bergerak stagnan.

Baca Juga: Pyridam Farma (PYFA) Tunda Rights issue 5,7 Miliar Saham, Ini Alasannya


Volume perdagangan mencapai 21,7 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 11,8 triliun.

Hampir seluruh indeks sektoral berada di zona hijau. Tiga sektor dengan kenaikan tertinggi adalah IDX Basic yang melonjak 5,76%, disusul IDX Energy 5,24%, dan IDX Industry 4,34%.

Di jajaran saham LQ45, penguatan terbesar dicatat oleh:

  • PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang melesat 13,58% ke Rp 4.850
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang naik 13,57% ke Rp 159
  • PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang menguat 12,24% ke Rp 330
Baca Juga: BEI Ingatkan Perusahaan Fokus Benahi Tata Kelola Sebelum IPO

Sementara itu, saham yang terkoreksi di indeks LQ45 antara lain:

  • PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) yang turun 1,92% ke Rp 2.560
  • PT Indosat Tbk (ISAT) yang melemah 1,32% ke Rp 1.870
Baca Juga: Rupiah Spot Menguat 0,34% ke Rp 17.928 per Dolar AS pada Jumat (12/6) Pagi

 
BUMI Chart by TradingView

Penguatan IHSG sejalan dengan reli pasar saham Asia yang dipicu meredanya kekhawatiran investor terhadap konflik di Timur Tengah.

Sentimen positif datang setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan damai dengan Iran berpotensi ditandatangani paling cepat pada akhir pekan ini.

Pernyataan tersebut disampaikan hanya beberapa jam setelah Trump mengancam akan melancarkan serangan tambahan terhadap Iran.

Menurut Trump, negosiasi dengan Teheran telah mencapai tingkat tertinggi dalam struktur kepemimpinan Iran dan mendapat dukungan dari sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

Meski sebelumnya Trump beberapa kali menyampaikan optimisme serupa yang belum membuahkan hasil, pasar tetap menyambut positif perkembangan terbaru tersebut.

Baca Juga: Cum Date Tiba, Saham UNVR Hari Ini Mengandung Dividen Rp 11.400/Lot

Kepala Strategi Valuta Asing National Australia Bank Ray Attrill menilai, peluang tercapainya kesepakatan damai kini terlihat lebih nyata dibandingkan sebelumnya.

"Jika muncul sinyal positif dari Iran, probabilitas tercapainya kesepakatan damai akan meningkat secara signifikan," ujarnya dilansir dari Reuters.

Apabila terealisasi, kesepakatan tersebut akan menjadi terobosan diplomatik terbesar untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama tiga bulan dan memicu lonjakan harga energi global.

Bahkan, kondisi tersebut mendorong Bank Sentral Eropa atau European Central Bank menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun guna meredam tekanan inflasi.

Optimisme pasar juga tercermin pada pergerakan harga minyak. Minyak mentah WTI turun 1,2% ke US$ 86,69 per barel setelah sehari sebelumnya merosot 2,6%.

Sementara itu, minyak Brent melemah 1,1% menjadi US$ 89,40 per barel setelah terkoreksi hampir 3% pada perdagangan sebelumnya.

Baca Juga: Dana Asing Masuk Rp 387 Miliar ke BBCA, Buyback dan Dividen Jadi Penopang Sentimen

Di kawasan Asia, indeks MSCI Asia Pacific ex-Japan melonjak 3,2%, dipimpin lonjakan indeks KOSPI Korea Selatan sebesar 7,4%. Indeks Nikkei Jepang menguat 2,7%.

Sementara itu, indeks CSI300 China naik 1% dan indeks Hang Seng Hong Kong menguat 1,3%.

Penguatan bursa Asia mengikuti reli Wall Street pada perdagangan sebelumnya. Tiga indeks utama AS mencatat kenaikan harian terbesar sejak 8 April lalu, ketika AS dan Iran menyepakati gencatan senjata sementara. Indeks Nasdaq melonjak 2,5%, didorong ekspektasi kuat terhadap debut saham perusahaan antariksa SpaceX milik Elon Musk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News