IHSG negatif, seluruh reksadana justru berhasil cetak kinerja positif



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat berada di zona merah sepekan kemarin. IHSG mengalami koreksi dengan turun sebesar 0,31% sepanjang pekan lalu. Meski begitu, seluruh reksadana ternyata justru berhasil menorehkan hasil positif sepanjang pekan kemarin.

Merujuk dari laporan Infovesta Utama, seluruh produk reksadana berhasil mencatatkan kinerja yang memuaskan.

Reksadana pendapatan tetap berhasil menjadi reksadana dengan kinerja yang paling moncer pada minggu lalu. Reksadana ini tercatat berhasil tumbuh 0,90%. Raihan positif reksadana pendapatan tetap tak terlepas dari menterengnya kinerja obligasi.


Baca Juga: Pasar lesu, Danareksa Investment Management catat kenaikan unit penyertaan 4%

Obligasi pemerintah berhasil mencatatkan pertumbuhan 1,02% sedangkan obligasi korporasi naik 0,08%.

Pada peringkat berikutnya diisi oleh reksadana campuran yang berhasil mencatatkan pertumbuhan 0,28%. Sementara reksadana saham menyusul dengan pertumbuhan 0,26% pada penutupan pekan lalu.

Sementara di peringkat terakhir ditempati oleh reksadana pasar uang yang berhasil menguat tipis 0,11% sepanjang pekan kemarin.

Reksadana yang memiliki return tertinggi secara month over month pada 17 April 2020 sebagai berikut. 

Reksadana saham dengan return tertinggi dipegang oleh Pacific Equity Optimum Fund sebesar 19,56%. Reksadana campuran tertinggi dipegang oleh HPAM Flexi Plus sebesar 13,47%.

Sementara untuk reksadana pendapatan tetap, return tertinggi dipegang oleh Mandiri Investasi Obligasi Nasional sebesar 2,06%. Lalu untuk reksadana pasar uang, Sucorinvest Money Market Fund merupakan yang tertinggi dengan return sebesar 0,56%.

Baca Juga: Kepemilikan asing di saham dan SUN merosot, pasar surat utang akan membaik duluan

Berikutnya, reksadana indeks & ETF yang memiliki return tertinggi adalah Pinnacle Sharia JII Tracker 9,84%. Kemudian, return reksadana pendapatan tetap USD dipegang oleh Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS sebesar 11,43%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi