KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mencetak rekor tertinggi meski nilai tukar rupiah berada dalam tren pelemahan. Penguatan indeks dinilai masih ditopang faktor fundamental, terutama penyesuaian valuasi saham-saham berkapitalisasi besar yang sebelumnya tertinggal. Pengamat Pasar Modal Irwan Ariston menilai, reli IHSG saat ini didorong oleh kenaikan harga saham big cap domestik, khususnya sektor perbankan dan konsumsi. Saham-saham tersebut sebelumnya masih berada pada valuasi yang relatif murah dibandingkan pertumbuhan kinerja laba. “Secara fundamental, sebagian saham big cap masih tergolong undervalued. Penyesuaian valuasi inilah yang mendorong kenaikan IHSG, meskipun rupiah sedang melemah,” kata Irwan kepada Kontan, Rabu (21/1/2026).
IHSG Perkasa Meski Rupiah Melemah, Analis Ungkap Target Indeks pada Kuartal I-2026
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mencetak rekor tertinggi meski nilai tukar rupiah berada dalam tren pelemahan. Penguatan indeks dinilai masih ditopang faktor fundamental, terutama penyesuaian valuasi saham-saham berkapitalisasi besar yang sebelumnya tertinggal. Pengamat Pasar Modal Irwan Ariston menilai, reli IHSG saat ini didorong oleh kenaikan harga saham big cap domestik, khususnya sektor perbankan dan konsumsi. Saham-saham tersebut sebelumnya masih berada pada valuasi yang relatif murah dibandingkan pertumbuhan kinerja laba. “Secara fundamental, sebagian saham big cap masih tergolong undervalued. Penyesuaian valuasi inilah yang mendorong kenaikan IHSG, meskipun rupiah sedang melemah,” kata Irwan kepada Kontan, Rabu (21/1/2026).