IHSG Putus Reli 10 Hari, Begini Arah Pergerakan pada Kamis (23/7)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada perdagangan tengah pekan, seiring aksi ambil untung setelah reli panjang.

Pada perdagangan Rabu (22/7/2026), IHSG ditutup melemah 0,09% ke level 6.334,48, sekaligus mengakhiri tren penguatan selama sepuluh hari berturut-turut.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, pelemahan IHSG dipengaruhi oleh aksi profit taking setelah penguatan signifikan dalam beberapa pekan terakhir.


Baca Juga: Penerbitan Surat Utang Korporasi Turun, Refinancing Jadi Penopang Semester II

“IHSG ditutup melemah sebesar 0,09% ke level 6.334,48 pada perdagangan Rabu, mengakhiri reli penguatan selama sepuluh hari berturut-turut,” ujar Alrich kepada Kontan, Rabu (22/7/2026).

Dari sisi domestik, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%, di bawah ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan kenaikan sebesar 25 basis poin.

Menurut Alrich, keputusan tersebut mencerminkan keyakinan BI terhadap stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi yang tetap terjaga, sekaligus memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi domestik.

Secara teknikal, ia menilai IHSG masih berada dalam tren yang relatif positif.

“IHSG masih bergerak di atas MA5 dan MA20, serta histogram MACD yang tetap berada di area positif,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan akan bergerak terbatas pada perdagangan Kamis (23/7/2026), dengan kecenderungan menguji level 6.400.

Senada, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai pelemahan IHSG lebih disebabkan oleh aksi profit taking di tengah sikap investor yang mencermati sentimen global.

“Pelemahan IHSG lebih mencerminkan aksi ambil untung setelah reli yang cukup kuat dalam beberapa hari terakhir,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaku pasar saat ini juga mencermati dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mempengaruhi sentimen global.

Dari sisi domestik, keputusan BI yang mempertahankan suku bunga dinilai belum menjadi katalis baru yang kuat, namun tetap memberikan sinyal positif terhadap stabilitas makroekonomi.

“Keputusan tersebut menunjukkan bahwa stabilitas nilai tukar rupiah masih menjadi prioritas utama,” imbuhnya.

Baca Juga: Koreksi Saham AI Guncang Bursa Global, Begini Efeknya ke IHSG

Untuk perdagangan Kamis (23/7/2026), Nafan memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang terbatas.

Ia memproyeksikan level support IHSG berada di 6.261 dan 6.137, sedangkan resistance di level 6.416 hingga 6.546.

Dengan berbagai sentimen tersebut, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan cenderung terbatas, seiring pelaku pasar yang tetap berhati-hati di tengah dinamika global dan domestik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News