KONTAN.CO.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Rabu (30/9/2026). Investor masih mencermati tekanan dari rupiah, kenaikan imbal hasil (yield) US Treasury, serta perkembangan harga minyak di tengah ketidakpastian geopolitik. Pada perdagangan Selasa (29/9), IHSG ditutup melemah 0,43% ke level 6.121,70. Meski demikian, indeks berhasil memangkas pelemahan setelah sempat menyentuh level 6.013.
Baca Juga: Emiten Milik Haji Isam Cetak Volume Hauling 3,1 Juta Ton, Laba Tembus Rp 27,2 Miliar Tekanan terhadap IHSG antara lain datang dari rupiah yang menembus level Rp18.000 per dolar AS, sementara yield US Treasury 10 tahun bertahan di atas 5,2%. Harga minyak Brent yang masih berada di atas US$107 per barel juga menjadi perhatian pasar karena berpotensi meningkatkan tekanan inflasi. Selain itu, pelaku pasar masih beradaptasi dengan kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait penerapan batas minimum harga saham sebesar Rp1. Mengutip Sajian Pagi Menu Trading (SAPA MENTARI) BRI Danareksa Sekuritas, perhatian investor pada perdagangan Rabu tertuju pada perkembangan harga minyak dan stabilitas rupiah. Harga Brent telah terkoreksi ke sekitar US$104 per barel seiring rencana pemerintah Amerika Serikat melepas cadangan minyak strategis serta pemulihan jalur ekspor minyak Arab Saudi. Namun, penguatan dolar AS dan ekspektasi kebijakan The Federal Reserve (The Fed) yang lebih hawkish masih menjadi sentimen yang membayangi pasar saham. Dari dalam negeri, investor juga akan mencermati rilis data perdagangan Agustus serta inflasi September. Respons Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah turut menjadi perhatian.
Baca Juga: Harga Saham LQ45 Ini Rontok 2 Hari Usai Berlaku Harga Dasar Rp 1, Kapan Balik Arah? IHSG Berpeluang Technical Rebound Secara teknikal, IHSG masih berpotensi bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah. Meski demikian, terdapat indikasi
technical rebound setelah indeks mengalami penolakan (
rejection) di area psikologis 6.000. BRI Danareksa Sekuritas menempatkan level support IHSG di 6.000, kemudian 5.854. Sementara itu, resistance terdekat berada di 6.200 dan 6.375. Selama belum mampu menembus level 6.200, IHSG masih berisiko melanjutkan tekanan. Sebaliknya, jika berhasil menembus level tersebut, indeks berpeluang memasuki fase pemulihan teknikal. Sentimen eksternal juga masih menjadi perhatian. Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya. Dow Jones Industrial Average turun 0,26% menjadi 51.349,92. S&P 500 melemah 0,17% ke 7.670,84, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,085% ke 26.797,54.
Baca Juga: Yield US Treasury 2 Tahun Turun Usai Komentar Dovish Petinggi The Fed John Williams Rekomendasi Saham Di tengah kondisi pasar yang masih berfluktuasi, BRI Danareksa Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi saham. Saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (
VKTR) menguat 7,79% ke level 830 dan kembali bergerak di atas MA20 di 815 serta MA200 di 802. Kondisi tersebut mengindikasikan pemulihan momentum jangka pendek. VKTR berpotensi menguji resistance 855, dengan target berikutnya di 915. Area beli yang direkomendasikan berada pada 800–830, dengan batas stop loss di bawah 750. Sementara itu, PT Raharja Energi Cepu Tbk (
RATU)
rebound 4,27% ke 4.150 setelah menguji area support 3.925–3.605. Namun, saham masih berada di bawah MA20 di 4.339 sehingga tren jangka menengah masih menunjukkan tekanan. Resistance RATU berada di area 4.350–4.600. Area beli berada pada 4.000–4.150 dengan stop loss di bawah 3.900. Untuk PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (
AMRT), saham menguat 1,92% menjadi 1.330 dan berhasil
rebound di atas MA20 di 1.306. Pergerakan tersebut berpotensi mengakhiri tren pelemahan dalam pola
descending channel. Resistance AMRT berada di 1.350 dan 1.365, dengan area beli 1.310–1.330 serta stop loss di bawah 1.300.
Baca Juga: Perusahaan Kendaraan Listrik Grup Bakrie Ini Akan Right Issue Rp 3 T, Ini Jadwalnya Di sisi lain, PT Medialoka Hermina Tbk (
HEAL) melemah ke 615 dan menembus support 640. Pergerakan tersebut mengonfirmasi tekanan bearish dalam tren turun. HEAL masih berada di bawah MA20 di 663, sementara indikator MACD berada di zona negatif dengan histogram negatif. Kondisi ini menunjukkan momentum
bearish masih dominan.
Untuk HEAL, level support berikutnya berada di 593–563. Strategi yang diberikan adalah
sell atau menjual saham dengan memperhatikan area support tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News