IHSG Rawan Melemah ke 5.118, Simak Rekomendasi Saham DSNG, CPIN, AADI, dan BRMS



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan Rabu (28/10/2026).

Tekanan jual, pelemahan rupiah, arus keluar modal asing, serta kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) masih membayangi pergerakan pasar saham domestik.

Pada perdagangan Selasa (27/10/2026), IHSG melemah 1,99% ke level 5.266,13. Rupiah juga bertahan di kisaran Rp 18.125 per dolar Amerika Serikat (AS), sementara yield SBN tenor 10 tahun menembus 7,5%.


Baca Juga: Wall Street Ditutup Menguat Selasa (27/10), Saham Teknologi dan Chip Jadi Buruan

Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak Oktober 2022 dan melampaui asumsi APBN 2026 sebesar 6,9%.

Mengutip Sajian Pagi Menu Trading (SAPA MENTARI) dari BRI Danareksa Sekuritas, pelaku pasar akan mencermati sejumlah sentimen pada perdagangan hari ini.

Perhatian tertuju pada rilis laporan keuangan emiten kuartal III 2026, perkembangan kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait pengecualian saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan IHSG mulai 2 November, serta keputusan suku bunga The Federal Reserve.

The Fed dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga pada Kamis dini hari WIB (29/10/2026). Konsensus memperkirakan bank sentral AS mempertahankan suku bunga di kisaran 3,75%–4,00%.

Meski demikian, peluang kenaikan suku bunga pada Desember menjadi perhatian seiring tekanan inflasi yang masih tinggi.

Jika The Fed memberikan sinyal lebih hawkish, dolar AS berpotensi menguat dan menambah tekanan terhadap rupiah serta pasar saham negara berkembang.

Dari sisi teknikal, IHSG berpotensi menguji area support 5.182–5.118 setelah gagal bertahan di atas level 5.400. Tren indeks masih bearish karena bergerak di bawah moving average 20 hari (MA20) di 5.731 dan MA200 di 6.916. Indikator MACD juga masih berada di zona negatif, meski histogram mulai menyusut.

Jika mampu bertahan di area support tersebut, IHSG masih berpeluang memasuki fase konsolidasi atau mengalami technical rebound menuju kisaran 5.400–5.455.

Baca Juga: Daftar Saham PER Terendah & Tertinggi LQ45 (27 Oktober 2026), Banyak Saham Tertekan

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya. Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,031% ke 52.377,57, sedangkan S&P 500 menguat 0,60% ke 7.722,60. Nasdaq Composite mencatat kenaikan terbesar, yakni 1,18% ke level 26.477,81.

Di tengah tekanan pasar domestik, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati investor, yakni DSNG, CPIN, dan AADI untuk strategi beli, serta BRMS untuk strategi jual atau menghindari saham.

Rekomendasi saham DSNG

Saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) berpotensi melanjutkan penguatan setelah naik 5% ke level Rp 1.470 dan menguji penembusan garis tren turun (descending trendline).

Strategi yang disarankan adalah buy on weakness pada rentang Rp 1.420–Rp 1.450. Target harga berada di Rp 1.490 dan Rp 1.550, dengan batas risiko atau cut loss jika harga turun di bawah Rp 1.400.

Rekomendasi saham CPIN

Saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) juga berpeluang melanjutkan pemulihan. Namun, investor disarankan menunggu konfirmasi penembusan level resistance Rp 2.800 yang disertai dukungan volume transaksi.

Strategi yang dapat dipertimbangkan adalah buy on break jika harga menembus Rp 2.800. Target harga berikutnya berada di Rp 2.900 dan Rp 2.975, dengan cut loss jika harga turun di bawah Rp 2.700.

Baca Juga: IHSG Melemah 1,99%, Intip Rekomendasi Saham LSIP, UNTR, ADRO, ERAA, dan VKTR

Rekomendasi saham AADI

Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) berpotensi melanjutkan rebound setelah kembali ke level Rp 11.700. Saham ini masih bertahan di atas MA20 di Rp 11.376 dan MA200 di Rp 9.523.

Strategi buy on weakness dapat dipertimbangkan pada rentang Rp 11.350–Rp 11.500 selama area MA20 tetap bertahan. Target resistance pertama berada di Rp 12.125 dan target berikutnya Rp 12.475. Batas cut loss ditetapkan jika harga turun di bawah Rp 11.300.

Rekomendasi saham BRMS

Sebaliknya, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) masih menghadapi tekanan jual. Saham ini ditutup turun 6,57% ke level Rp 398 dan menembus area support sebelumnya.

BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan strategi jual atau menghindari saham BRMS untuk sementara. Support berikutnya berada di Rp 360, dengan potensi risiko penurunan lanjutan menuju Rp 320.

Posisi harga di bawah MA20 dan MA200 juga mengindikasikan tren bearish masih dominan dan belum menunjukkan sinyal pembalikan yang kuat.

 
BRMS Chart by TradingView

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News