IHSG Rawan Terkoreksi pada Selasa (2/6), Begini Skenario Pergerakan Pekan Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada perdagangan Jumat (29/5/2026).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG turun 0,046% ke level 6.127,38. Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, pergerakan IHSG pada perdagangan Selasa (2/6/2026) masih berpotensi mengalami tekanan.

“Untuk Selasa (2/6), kami mencermati IHSG masih rawan terkoreksi dengan support 6.071 dan resistance 6.262,” kata Herditya kepada Kontan, Jumat (29/5/2026).


Baca Juga: Tren Volatilitas Pasar Modal Masih Jadi Tantangan bagi Unitlink Berbasis Saham

Dari sisi sentimen global, pasar akan mencermati rilis data Purchasing Managers’ Index (PMI) China serta data ketenagakerjaan Amerika Serikat. Selain itu, pelaku pasar juga menanti rilis data inflasi Indonesia.

Di samping itu, perkembangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang direncanakan berlangsung selama 60 hari turut menjadi perhatian investor.

Senada, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menilai IHSG masih berada dalam tren bearish jangka pendek.

“Area support penting berada pada kisaran 5.900-6.000, sedangkan resistance terdekat di area 6.200-6.285. Selama belum mampu menembus resistance tersebut, pergerakan indeks diperkirakan masih cenderung terbatas dan rentan mengalami tekanan,” jelasnya.

Menurut Reza, pasar juga akan mencermati perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Jika tercapai kesepakatan, sentimen tersebut berpotensi menjadi katalis positif.

Baca Juga: Harga Emas Diproyeksi Tetap Bullish, Begini Proyeksi Pergerakannya hingga Akhir Tahun

“Hal ini dapat mendorong stabilisasi harga energi dan memperbaiki persepsi risiko terhadap aset emerging market, termasuk Indonesia,” imbuhnya.

Dari domestik, investor juga menantikan rilis sejumlah data ekonomi. “Surplus neraca perdagangan April 2026 diperkirakan turun menjadi sekitar US$ 1,43 miliar dari sebelumnya US$ 3,32 miliar. Sementara itu, inflasi Mei 2026 diproyeksikan meningkat menjadi 0,36% secara bulanan dan 3,17% secara tahunan,” paparnya.

Dengan berbagai sentimen tersebut, investor disarankan tetap selektif dan mengedepankan manajemen risiko di tengah volatilitas pasar.

Adapun saham yang dapat dicermati pada perdagangan Selasa antara lain DEWA di kisaran Rp 384-Rp 412, UNTR pada Rp 24.225-Rp 25.250, serta UNVR di level Rp 1.805-Rp 2.000.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News