IHSG Berpotensi Rawan Terkoreksi pada Senin (4/5/2026), Ini Penyebabnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi kembali melanjutkan pelemahan pada awal pekan atau perdagangan Senin (4/5/2026). Masih ada sejumlah sentimen negatif yang memperberat pergerakan indeks dalam waktu dekat.

Sebagaimana diketahui, IHSG terkoreksi tajam 2,03% ke level 6.956,80 pada penutupan perdagangan Kamis (30/4) lalu.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan, IHSG diprediksi akan bergerak sideways dengan kecenderungan melemah pada Senin besok. Risiko pelemahan masih terbuka selama belum ada perubahan signifikan dari eksternal, khususnya stabilisasi nilai tukar dan meredanya tensi geopolitik.


Baca Juga: Bitcoin Masih Volatil, Begini Prediksi Arah dan Level Kunci Harga

Reza menyebut, penguatan dolar Amerika Serikat (AS) yang mencerminkan meningkatnya preferensi terhadap aset safe haven, kenaikan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah, serta dinamika arus dana global turut menjadi faktor yang mempengaruhi pergerakan IHSG.

“Secara keseluruhan, pergerakan nilai tukar rupiah diperkirakan masih menjadi variabel paling dominan dalam menentukan arah IHSG dalam jangka pendek,” ujar dia, Jumat (1/5/2026).

Dari dalam negeri, tren depresiasi nilai tukar rupiah menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan pasar, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap arus keluar dana asing (capital outflow) serta persepsi risiko investor global terhadap aset domestik. 

Selain itu, pelaku pasar juga mencermati rilis sejumlah data ekonomi, antara lain S&P Manufacturing PMI, neraca perdagangan, inflasi, serta pertumbuhan ekonomi (GDP), sehingga akan menjadi indikator arah kebijakan dan stabilitas makroekonomi Indonesia.

Di samping itu, sentimen dari rilis kinerja emiten dan pembagian dividen dinilai hanya memberikan dorongan terbatas bagi IHSG dalam jangka pendek dan belum cukup kuat untuk menopang tren penguatan secara berkelanjutan.

Secara teknikal, Reza memperkirakan IHSG akan bergerak dengan support di kisaran 6.920—7.000 dan resistance di kisaran 7.100—7.160 pada Senin nanti.

Baca Juga: Harga Minyak Masih Berpotensi Tinggi, Investor Disarankan Tunggu Koreksi

Reza menyebut ada beberapa saham yang layak dipertimbangkan oleh investor pada esok hari. Di antaranya adalah BNBR dengan rekomendasi beli di kisaran Rp 208—Rp 215 per saham dan target harga di kisaran Rp 224—Rp 232 per saham; ITMG direkomendasikan trading buy di kisaran Rp 26.175—Rp 26.650 per saham dan target harga Rp 27.025—Rp 27.625 per saham; serta ADRO dengan rekomendasi trading buy di kisaran Rp 2.480—Rp 2.520 per saham dan target harga Rp 2.560—Rp 2.620 per saham.

Sementara itu, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksikan, IHSG masih berada dalam fase downtrend pada Senin besok yang disertai dengan tingginya tekanan jual. Lantas, IHSG diprediksi cenderung terkoreksi dengan area support di level 6.838 dan resistance di level 7.022.

“Kami mencermati IHSG masih rawan didominasi oleh tekanan jual, di mana akan ada rilis data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia,” kata dia, Kamis (30/4/2026).

Baca Juga: Kripto Bisa Jadi Bagian Aset Sitaan Negara, Ini Dampaknya

Terdapat beberapa saham yang dapat dicermati oleh investor pada Senin besok. Di antaranya adalah MAPI dengan target harga di kisaran Rp 1.345—Rp 1.410 per saham, ANTM dengan target harga Rp 3.910—Rp 4.130 per saham, dan DEWA dengan target harga Rp 545—Rp 595 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News