KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (20/10/2026) membuka peluang terjadinya koreksi dalam jangka pendek. Pelaku pasar akan mencermati keberlanjutan sentimen positif dari kebijakan otoritas bursa serta keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar saham. IHSG ditutup menguat 5,65% atau naik 282,45 poin ke level 5.278,89 pada perdagangan Selasa (20/10/2026). Sebelumnya, indeks sempat dibuka melemah di level 4.980 sebelum berbalik menguat signifikan hingga penutupan perdagangan. Phintraco Sekuritas dalam risetnya menyebut penguatan IHSG terjadi setelah pelaku pasar merespons positif sejumlah langkah otoritas bursa untuk memenuhi standar Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Langkah tersebut meliputi perubahan batas auto rejection bawah (ARB) saham, rencana mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan IHSG, serta peningkatan keterbukaan informasi mengenai afiliasi pemegang saham.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Rebound, Manajer Investasi Cermati Saham Bervaluasi Menarik Berbagai upaya tersebut ditujukan untuk meningkatkan transparansi dan integritas pasar modal Indonesia. Seluruh sektor tercatat menguat, dengan kenaikan terbesar terjadi pada sektor transportasi dan basic materials. Meski demikian, tekanan jual investor asing masih relatif tinggi hingga penutupan sesi pertama. Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menilai indikator Stochastic Relative Strength Index (Stochastic RSI) berpotensi membentuk golden cross di area oversold. Namun, histogram Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih berada di area negatif. Dengan kondisi tersebut, volatilitas pergerakan saham diperkirakan masih tinggi. IHSG pun berpotensi menguji level 5.300–5.400. Sementara itu, Head of Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai penguatan IHSG sejalan dengan perkiraan terjadinya technical rebound dalam jangka pendek setelah indeks mengalami tekanan selama dua hari berturut-turut. Ia juga memperkirakan adanya aksi buyback oleh emiten yang turut mendukung pemulihan pasar. Meski demikian, Herditya memperkirakan IHSG masih rawan terkoreksi dalam jangka pendek. Ia menetapkan level support di 5.243 dan resistance di 5.314 untuk perdagangan Rabu (21/10/2026).
Baca Juga: Cermati Rekomendasi Saham ASII, INDF, dan PGEO untuk Rabu (21/10) Dari dalam negeri, pelaku pasar juga akan mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI. Konsensus pasar memperkirakan BI mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%.
Keputusan tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi pergerakan rupiah dan minat investor terhadap aset berisiko. Pada perdagangan Selasa, rupiah menguat 0,29% ke level Rp 17.971 per dolar AS. Meski terdapat peluang pemulihan pasar, investor tetap perlu mencermati tekanan jual asing serta perkembangan implementasi kebijakan otoritas bursa dalam meningkatkan transparansi pasar modal Indonesia. Untuk pilihan saham, Herditya menyarankan pelaku pasar mencermati tiga saham, yakni PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) pada rentang Rp 1.245–Rp 1.295, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) di kisaran Rp 31–Rp 36, serta PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) pada rentang Rp 460–Rp 472. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News