KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada pekan depan, meski pergerakannya diperkirakan masih diwarnai volatilitas tinggi. Pelaku pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) dan aliran dana asing ke pasar saham negara berkembang. Pada akhir perdagangan Jumat (9/10/2026), IHSG berhasil berbalik menguat 1,04% atau naik 62,48 poin ke level 6.093,76. Sebelumnya, indeks sempat menyentuh level terendah di 5.995,82.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, mengatakan pergerakan pasar saham domestik masih dibayangi sejumlah sentimen eksternal. Faktor tersebut meliputi sikap hawkish bank sentral AS, kenaikan imbal hasil US Treasury, tekanan terhadap rupiah yang mendekati Rp 18.000 per dolar AS, serta harga minyak Brent yang bertahan di atas US$ 100 per barel.
Baca Juga: IHSG Menguat 0,94% dalam Sepekan, Cermati Peluang Rebound Pekan Depan "Sentimen tersebut meningkatkan risiko inflasi global. Pekan depan, investor juga akan mencermati data inflasi AS atau consumer price index (CPI) pada 14 Oktober, producer price index (PPI) pada 15 Oktober, serta data harga impor dan ekspor AS pada 16 Oktober," ujar Reza kepada Kontan, Jumat (9/10/2026). Menurut Reza, rangkaian data ekonomi AS tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga The Fed, pergerakan dolar AS, serta aliran dana asing ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Proyeksi IHSG Pekan Depan
Dari sisi teknikal, IHSG masih bergerak di bawah rata-rata pergerakan 20 hari atau moving average (MA20) yang berada di kisaran 6.244. Posisi tersebut mengindikasikan bahwa penguatan pada perdagangan Jumat belum cukup kuat untuk mengonfirmasi perubahan tren kenaikan.
Baca Juga: Target Investasi Pemerintah Naik, Emiten Properti Kawasan Industri Bisa Raup Cuan "Jika mampu menembus level 6.215, IHSG berpeluang melanjutkan rebound menuju MA20 di 6.244. Sebaliknya, jika kembali turun di bawah 6.000, risiko koreksi lanjutan meningkat dengan support berikutnya di 5.854," pungkas Reza.
Untuk pekan depan, Reza memperkirakan IHSG akan bergerak konsolidatif dengan volatilitas tinggi dalam rentang 6.000–6.215. Adapun resistance terdekat IHSG berada di level 6.155 dan 6.215. Jika mampu menembus level 6.215, indeks berpeluang melanjutkan rebound menuju MA20 di sekitar 6.244. Sebaliknya, apabila IHSG kembali turun di bawah level 6.000, tekanan jual berisiko meningkat dan membawa indeks menguji level support berikutnya di 5.854. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News