KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (
IHSG) menguat pada perdagangan Rabu (21/10/2026), seiring keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75%. Penguatan ini dinilai menjadi sinyal awal
technical rebound setelah IHSG mengalami tekanan jual cukup dalam. IHSG yang sempat merosot akhirnya ditutup menguat pada hari ini. Rabu (21/10), IHSG menguat 49,47 poin atau 0,94% menjadi 5.328,36 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Investor asing mencatat
net sell atau jual bersih Rp 70,71 miliar di seluruh pasar saat IHSG naik.
Net sell asing di pasar reguler sebesar Rp 527,80 miliar. Sedangkan di pasar tunai dan pasar negosiasi ada
net buy atau beli bersih asing Rp 457,09 miliar.
Baca Juga: IHSG Masih Rawan Koreksi, Simak 4 Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas (16/10) Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan, keputusan BI menahan suku bunga turut memberikan kepastian bagi pelaku pasar. Meski demikian, penguatan IHSG belum dapat diartikan sebagai pembalikan tren, mengingat investor masih perlu mencermati sentimen usulan penurunan klasifikasi pasar saham domestik menjadi Standalone Market oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan pergerakan arus dana asing. "Penguatan IHSG hari ini menjadi sinyal awal
technical rebound setelah tekanan jual yang cukup dalam. Keputusan BI menahan suku bunga di 5,75% turut memberi kepastian bagi pasar," ujar Reza kepada Kontan, Rabu (21/10/2026). Menurut Reza, sentimen MSCI dan arus dana asing masih menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan indeks. Karena itu, keberlanjutan penguatan IHSG masih membutuhkan konfirmasi dari perkembangan kedua sentimen tersebut. Dari sisi kebijakan moneter, keputusan BI mempertahankan suku bunga dinilai relatif positif untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi. Reza bilang, peluang pemulihan IHSG hingga akhir tahun masih terbuka. "Pemulihan akan sangat bergantung pada perkembangan isu MSCI dan stabilitas rupiah," katanya.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Lanjut Melemah, Cek Rekomendasi Saham dari BNI Sekuritas (19/10) Di tengah koreksi pasar, Reza menyarankan investor mencermati saham-saham berkapitalisasi besar atau blue chip yang memiliki potensi dividen menarik.
Beberapa saham yang dapat dipertimbangkan untuk akumulasi secara bertahap adalah PT Bank Mandiri Tbk (
BMRI), PT Aneka Tambang Tbk (
ANTM), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Untuk perdagangan Kamis (22/10/2026), Reza memproyeksikan IHSG memiliki level support di kisaran 5.185-5.200 dan resistance di rentang 5.350-5.400. Menurut dia, IHSG berpeluang menguji area resistance untuk melanjutkan penguatan teknikal. Namun, selama indeks belum mampu menembus level 5.400, penguatan tersebut masih perlu dikonfirmasi. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News