KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah dalam beberapa hari terakhir terus-menerus berada di zona merah, kali ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan 0,41% ke level 7.101,23 pada penutupan perdagangan Rabu (29/4). Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, penguatan IHSG hari ini disebabkan oleh rebound teknikal setelah indeks terkoreksi selama beberapa waktu terakhir. Penguatan IHSG juga sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa saham Asia yang tumbuh positif dan meredanya tensi konflik geopolitik di Timur Tengah, di mana Amerika Serikat (AS) dan Iran masih berada dalam tahap negosiasi. "Investor juga masih mencermati akan adanya FOMC Meeting pada pekan ini yang diperkirakan masih tetap di 3,75% dan juga nilai tukar rupiah yang masih terkoreksi terhadap dolar AS," ujar dia, Rabu (29/4). Baca Juga: EXCL Bakal Beri Tarif Lebih Terjangkau jika Menangkan Lelang Frekuensi dari Komdigi Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang juga menganggap, penguatan IHSG kali ini dipicu oleh rebound teknikal lantaran indeks sudah berada di area oversold. Dari sisi teknikal, indikator MACD masih membentuk pelebaran histogram negatif. Sementara itu, indikator stochastic RSI berada di area oversold, namun belum menunjukkan reversal. "Diperkirakan IHSG berpeluang menguji level MA5 di sekitar level 7.156, namun perlu diwaspadai potensi profit taking menjelang long weekend," imbuh dia, Rabu (29/4). Para pelaku pasar tengah menanti rilis indeks Personal Consumption Expenditure (PCE) AS bulan Maret 2026 yang diperkirakan naik di level 3,3% dari 2,8% pada Februari lalu. Data pertumbuhan ekonomi AS juga bakal dinanti investor, yang mana ekonomi AS diproyeksikan tumbuh 1,5% quarter on quarter (qoq) pada kuartal I-2026. Di samping itu, para pelaku pasar juga akan mencermati data manufaktur dan non-manufaktur bulan April 2026. Sentimen dari Eropa juga muncul seiring perilisan data pertumbuhan ekonomi, inflasi, tingkat pengangguran, dan hasil pertemuan European Central Bank (ECB) pada esok hari. "Menurut konsensus, ECB diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan di level 2,15%," tutur Alrich. Lantas, Alrich memprediksi IHSG akan bergerak di kisaran 7.000--7.200 pada Kamis (30/4). Saham-saham seperti UNVR, CDIA, IMPC, AADI, dan ITMG dapat menjadi pilihan bagi investor pada esok hari. Sementara prediksi Herditya, IHSG berpeluang menguat terbatas pada Kamis (30/4) dengan support di level 7.064 dan resistance di level 7.144. Potensi penguatan IHSG pada hari esok cenderung kembali dipengaruhi oleh rebound teknikal di tengah penantian investor terhadap hasil FOMC Meeting. "IHSG juga akan dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah dan pergerakan harga emas dunia yang masih terkoreksi," katanya. Herditya menyebut, saham ASRI, BIPI, dan HMSP dapat dipertimbangkan oleh investor untuk trading pada Kamis (30/4) nanti. Saham ASRI ditargetkan bergerak di area Rp 153--Rp 163 per saham, BIPI di kisaran Rp 270--Rp 282 per saham, dan HMSP di kisaran Rp 820--Rp 855 per saham. Baca Juga: Laba Emiten Haji Isam Jhonlin Agro (JARR) Turun 30% di Kuartal I-2026
IHSG Rebound ke 7.101, Bagaimana Peluangnya pada Perdagangan Besok?
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah dalam beberapa hari terakhir terus-menerus berada di zona merah, kali ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan 0,41% ke level 7.101,23 pada penutupan perdagangan Rabu (29/4). Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, penguatan IHSG hari ini disebabkan oleh rebound teknikal setelah indeks terkoreksi selama beberapa waktu terakhir. Penguatan IHSG juga sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa saham Asia yang tumbuh positif dan meredanya tensi konflik geopolitik di Timur Tengah, di mana Amerika Serikat (AS) dan Iran masih berada dalam tahap negosiasi. "Investor juga masih mencermati akan adanya FOMC Meeting pada pekan ini yang diperkirakan masih tetap di 3,75% dan juga nilai tukar rupiah yang masih terkoreksi terhadap dolar AS," ujar dia, Rabu (29/4). Baca Juga: EXCL Bakal Beri Tarif Lebih Terjangkau jika Menangkan Lelang Frekuensi dari Komdigi Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang juga menganggap, penguatan IHSG kali ini dipicu oleh rebound teknikal lantaran indeks sudah berada di area oversold. Dari sisi teknikal, indikator MACD masih membentuk pelebaran histogram negatif. Sementara itu, indikator stochastic RSI berada di area oversold, namun belum menunjukkan reversal. "Diperkirakan IHSG berpeluang menguji level MA5 di sekitar level 7.156, namun perlu diwaspadai potensi profit taking menjelang long weekend," imbuh dia, Rabu (29/4). Para pelaku pasar tengah menanti rilis indeks Personal Consumption Expenditure (PCE) AS bulan Maret 2026 yang diperkirakan naik di level 3,3% dari 2,8% pada Februari lalu. Data pertumbuhan ekonomi AS juga bakal dinanti investor, yang mana ekonomi AS diproyeksikan tumbuh 1,5% quarter on quarter (qoq) pada kuartal I-2026. Di samping itu, para pelaku pasar juga akan mencermati data manufaktur dan non-manufaktur bulan April 2026. Sentimen dari Eropa juga muncul seiring perilisan data pertumbuhan ekonomi, inflasi, tingkat pengangguran, dan hasil pertemuan European Central Bank (ECB) pada esok hari. "Menurut konsensus, ECB diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan di level 2,15%," tutur Alrich. Lantas, Alrich memprediksi IHSG akan bergerak di kisaran 7.000--7.200 pada Kamis (30/4). Saham-saham seperti UNVR, CDIA, IMPC, AADI, dan ITMG dapat menjadi pilihan bagi investor pada esok hari. Sementara prediksi Herditya, IHSG berpeluang menguat terbatas pada Kamis (30/4) dengan support di level 7.064 dan resistance di level 7.144. Potensi penguatan IHSG pada hari esok cenderung kembali dipengaruhi oleh rebound teknikal di tengah penantian investor terhadap hasil FOMC Meeting. "IHSG juga akan dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah dan pergerakan harga emas dunia yang masih terkoreksi," katanya. Herditya menyebut, saham ASRI, BIPI, dan HMSP dapat dipertimbangkan oleh investor untuk trading pada Kamis (30/4) nanti. Saham ASRI ditargetkan bergerak di area Rp 153--Rp 163 per saham, BIPI di kisaran Rp 270--Rp 282 per saham, dan HMSP di kisaran Rp 820--Rp 855 per saham. Baca Juga: Laba Emiten Haji Isam Jhonlin Agro (JARR) Turun 30% di Kuartal I-2026