IHSG Rebound ke 8.122, Analis Sebut Technical Rebound, Cek Support & Saham Pilihan
Rabu, 04 Februari 2026 05:30 WIB
Oleh: Muhammad Alief Andri | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan rebound signifikan pada perdagangan Selasa (3/2/2026). IHSG ditutup menguat 2,52% ke level 8.122,60, meskipun investor asing masih membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp760,05 miliar. Kenaikan IHSG terjadi usai pasar saham tertekan berhari-hari akibat keputusan MSCI membekukan pasar saham Indonesia dari perubahan indeks hingga Mei 2026. Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menilai penguatan IHSG kali ini lebih bersifat technical rebound. Menurutnya, indeks memantul dari area support teknikal penting setelah mengalami koreksi cukup dalam pada sesi-sesi sebelumnya.
“Penguatan IHSG hari ini lebih merupakan technical rebound, terutama pada saham-saham konglomerasi yang sebelumnya sudah berada di area support teknikal penting,” ujar Reza kepada Kontan, Selasa (3/2/2026). Dari sisi global, sentimen positif turut datang dari penguatan mayoritas bursa saham Asia, rebound sejumlah harga komoditas utama, serta membaiknya sentimen risiko di kawasan regional. Baca Juga: Rupiah Menguat Menjadi Rp 16.754 per Dolar AS Didukung Sentimen Ini Sementara itu dari dalam negeri, pasar mulai merespons positif harapan pemulihan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia. Sentimen ini didorong oleh rencana reformasi kebijakan serta agenda pertemuan otoritas pasar modal dengan MSCI dalam waktu dekat. Secara teknikal, Reza menyebutkan IHSG masih berada dalam fase rebound terbatas dan belum mengonfirmasi breakout yang valid. “Area support IHSG berada di kisaran 7.618–7.858, yang diperkuat oleh MA200 di area 7.800-an. Bertahannya level ini berhasil meredam tekanan jual dalam beberapa hari terakhir,” jelas Reza. Tonton: Asaki Curhat Gangguan Pasokan Bahan Baku Keramik dari Jabar, Menperin Telepon KDM Untuk perdagangan Rabu (4/2/2026), IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan, namun dengan ruang kenaikan yang relatif terbatas. “Resistance terdekat berada di kisaran 8.297–8.408. Pergerakan indeks selanjutnya akan sangat bergantung pada konsistensi rebound harga komoditas serta meredanya tekanan jual,” tambahnya. Reza juga menilai investor masih cenderung selektif dan bersikap wait and see, khususnya terhadap perkembangan kebijakan serta hasil diskusi regulator dengan MSCI yang berpotensi menjadi sentimen jangka pendek pasar. Dalam jangka pendek, Reza melihat peluang trading selektif pada saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) di kisaran harga Rp910–Rp950 per saham, dengan target resistance Rp1.010–Rp1.065 per saham serta stop loss di bawah Rp880 per saham. Sementara itu, saham PT Astra International Tbk (ASII) dapat dicermati dengan strategi buy on breakout di level Rp6.875 per saham, dengan target harga Rp6.900–Rp7.200 per saham dan stop loss di bawah Rp6.700 per saham.
Adapun saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dinilai menarik diperdagangkan di area Rp7.050–Rp7.150 per saham, dengan target harga Rp7.275–Rp7.700 per saham serta stop loss di bawah Rp 7.000 per saham.
Pramono Janji Perayaan Imlek di Jakarta Bakal Meriah dan Tampil Colourful