IHSG Rentan Terkoreksi, Cermati Saham Rekomendasi Analis, Kamis (16/7)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat tipis pada perdagangan Rabu (15/7/2026), namun penguatan tersebut belum mencerminkan perubahan tren.

Tekanan jual masih mendominasi pasar sehingga pergerakan indeks tetap volatil, dengan sentimen eksternal menjadi faktor utama yang membatasi ruang kenaikan.

IHSG ditutup naik 0,04% ke level 6.041,97. Meski berada di zona hijau, laju indeks masih tertekan terutama oleh saham-saham di sektor keuangan dan energi.


Baca Juga: Indeks Keyakinan Konsumen Turun ke 117,8 Cermati Saham Rekomendasi Analis

Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan tekanan jual masih menjadi karakter utama perdagangan saat ini.

"IHSG masih didominasi tekanan jual dan pergerakannya cenderung volatil," ujarnya kepada Kontan, Rabu (15/7/2026).

Menurut Herditya, pelemahan tipis nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) turut membatasi penguatan IHSG.

Di saat yang sama, investor juga masih mencermati kenaikan harga minyak dunia dan arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), yang berpotensi memengaruhi aliran dana ke pasar negara berkembang.

Selain faktor global, pelaku pasar juga menunggu sejumlah data ekonomi penting dari China, termasuk data produksi industri dan produk domestik bruto (PDB), yang dinilai dapat memberikan gambaran mengenai prospek pertumbuhan ekonomi kawasan sekaligus memengaruhi sentimen di pasar saham.

Baca Juga: IHSG Diproyeksi Fluktuatif di Awal Pekan, Simak Saham Rekomendasi Analis

Untuk perdagangan Kamis (16/7/2026), MNC Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi mengalami koreksi dengan level support di 6.020 dan resistance di 6.057.

Dalam kondisi pasar yang masih fluktuatif, Herditya menyarankan investor mencermati sejumlah saham yang dinilai menarik diperdagangkan, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pada kisaran Rp2.990-Rp3.120, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) di rentang Rp162-Rp180, serta PT Timah Tbk (TINS) pada kisaran Rp3.650-Rp3.900 per saham.

 
BUMI Chart by TradingView

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: