KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (
IHSG) kembali memecahkan rekor baru dengan ditutup di zona hijau melanjutkan kenaikan sejak awal tahun 2026 ini. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup meroket 84,28 poin atau setara 0,94% ke level 9.032,58 pada perdagangan Rabu (14/1/2026) yang sekaligus menjadi rekor penutupan tertinggi baru sepanjang masa. Pada perdagangan hari ini, 358 saham yang ditutup menguat. Sisanya, 349 saham ditutup melemah dan 251 saham tidak berubah.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Menguat, Cek Rekomendasi Saham BRI Danareksa Sekuritas Kamis (8/1) Analis memberikan rekomendasi teknikal sejumlah saham untuk perdagangan Kamis (15/1/2026). Simak ulasan lengkapnya:
1. PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) Pertimbangan pergerakan saham HEAL yakni muncul
black morubozu candle dengan RSI melemah dan
stochasticnya
dead cross namun volume perdagangan meningkat,
entry buy jika bertahan di atas Rp 1.360 - Rp 1.370 per saham. Pada perdagangan hari Rabu (14/1/2026), saham HEAL ditutup melemah 2,78% menjadi Rp 1.400 per saham. Rekomendasi:
Trading Buy Support: Rp 1.350 Ressistance: Rp 1.495 Achmad Yaki, BCA Sekuritas
Baca Juga: IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Ini Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Kamis (8/1) 2. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) Pertimbangan pergerakan saham MBMA yakni terlihat pola
bearish counterattack candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi
limited upside atau tekanan jual, didukung RSI yang menunjukkan
extremely overbought. Pada perdagangan hari Rabu (14/1/2026), saham MBMA ditutup melemah 0,65% menjadi Rp 770 per saham. Rekomendasi:
Sell on Strength Support: Rp 720 Ressistance: Rp 820 Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta
3. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) BREN menguat 4,89% ke 9,650 dan disertai adanya tekanan jual, meskipun pergerakannya mampu berada di atas MA20. Diperkirakan, posisi BREN saat ini tampaknya sedang berada pada bagian dari wave [c] dari wave B. Pada perdagangan hari Rabu (14/1/2026), saham BREN ditutup menguat 4,89% menjadi Rp 9.650 per saham. Rekomendasi:
Buy on Weakness Support: Rp 9.175 Ressistance: Rp 9.900 Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News