IHSG Tembus Resistance 6.860, Cek Rekomendasi BBCA, BMRI, AMRT, PGEO, MDKA, dan MEDC



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dominan di zona hijau pada awal perdagangan Selasa (14/11). IHSG terus naik hingga sempat menyentuh level tertinggi di 6.879,68 per pukul 09.15 WIB. 

Sebelumnya, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman memprediksi, IHSG akan mencoba menembus resistance kuat di 6.860 pada perdagangan Selasa (14/11). Hal ini seiring dengan MSCI rebalancing hari ini. 

"Level support IHSG berada di 6.750-6.800 dan level resistance di 6.860-6.900," kata Fanny dalam risetnya, Selasa (14/11). 


Dari Amerika Serikat (AS), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat sebesar 0,16% pada Senin (13/11). Di sisi lain, S&P 500 melemah sebesar 0,08% dan indeks Nasdaq turun 0,22%. 

Baca Juga: IHSG Menguat Pada Selasa (14/11) Pagi, Kembali Positif Sejak Awal Tahun

Indeks Dow Jones naik ketika para investor berusaha untuk mengabaikan pernyataan dari Moody's Investors Service yang menurunkan credit rating outlook AS menjadi negatif dari stabil. Saham DaVita, Insulet, dan Henry Schein, masing-masing naik lebih dari 7%. 

Saham Boeing naik lebih dari 4% setelah Emirates mengumumkan pesanan senilai US$ 52 miliar untuk 95 pesawat. Malam ini AS akan mengumumkan inflasi Oktober 2023 yang diperkirakan sebesar 3,3% year on year (yoy). 

Berikut saham pilihan BNI Sekuritas untuk Selasa (14/11):

1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

Speculative buy

Support di Rp 8.850, cutloss jika break di bawah Rp 8.750. Jika tidak break di bawah Rp 8.750, potensi naik ke Rp 8.950-Rp 9.000 short term.

Baca Juga: BREN Mencetak Laba Bersih US$ 84,47 Juta

2. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)

Speculative buy

Support di Rp 5.800, cutloss jika break di bawah Rp 5.750. Jika tidak break di bawah Rp 5.750, potensi naik ke Rp 5.925-Rp 5.975 short term.

3. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

Speculative buy

Support di Rp 2.880, cutloss jika break di bawah Rp 2.840. Jika tidak break di bawah Rp 2.840, potensi naik ke Rp 2.950-Rp 3.000 short term.

4. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)

Speculative buy

Support di Rp 1.230, cutloss jika break di bawah Rp 1.200. Jika tidak break di bawah Rp 1.200, potensi naik ke Rp 1.280-Rp 1.310 short term.

Baca Juga: Emiten Tambang Anggota Indeks Kompas100 Ini Punya ROE Tinggi

5. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)

Speculative buy

Support di Rp 2.260, cutloss jika break di bawah Rp 2.200. Jika tidak break di bawah Rp 2.200, potensi naik ke Rp 2.300-Rp 2.390 short term.

6. PT. Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)

Speculative buy

Support di Rp 1 150, cutloss jika break di bawah Rp 1.100. Jika tidak break di bawah Rp 1.150, potensi naik ke Rp 1.210-Rp 1.260 short term.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli