IHSG terbang membawa bluechips dan lapis kedua



JAKARTA. Pencapaian level baru Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan kemarin (19/8) mendatangkan harapan baru bagi para trader dan investor di Bursa Efek Indonesia (BEI). Maklum, IHSG terbang membawa serta beberapa saham mencapai rekor harga baru masing-masing.

Di jajaran saham unggulan (bluechips), kemarin saham PT. Bank BNI Tbk mencapai harga tertinggi sepanjang masa. Sempat menyentuh Rp 3.325 per saham, perdagangan saham berkode BBNI ini ditutup pada harga Rp 3.300 per saham. Rekor serupa juga diraih PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP). Saham perusahaan semen ini ditutup pada harga tertinggi sepanjang masa, yaitu Rp 17.600 per saham.

Di kelompok saham-saham lapis kedua, pemecahan rekor harga saham lebih banyak terjadi. Saham PT Intraco Penta (INTA) tutup pasar pada harga tertinggi Rp 1.330 per saham. Saham perusahaan makanan PT Mayora Indah Tbk juga sempat mencicipi harga Rp 8.550 per saham kendati ditutup lebih rendah Rp 8.500 per saham. Saham PT Charoend Pokphand Indonesia juga kembali menyentuh harga tertinggi sepanjang masa yang pernah tercapai pada 30 Juli 2010 lalu, yaitu Rp Rp 5.350 per saham, sebelum akhirnya ditutup pada Rp 5.300 per saham.


Beberapa saham juga mencapai harga tertinggi dalam masa perdagangan yang durasi lebih singkat. Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang menjadi roket pendorong lonjakan IHSG, misalnya, kemarin mencapai harga Rp 9.000 per saham, tertinggi sejak pertengahan Februari 2010 lalu. Adapun saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menyentuh harga tertinggi selama 14 minggu terkahir, yakni Rp 39.750 per saham.

Lonjakan harga saham hingga menjebol batas-batas atas (breakout) merupakan momentum yang sangat dinantikan oleh para trader yang menganut paham "beli tinggi jual lebih tinggi lagi" alias buy high, sell higher. Apalagi, sebagian pemecahan rekor harga itu juga didorong oleh brekout volume saham.

Nah, akankah para trader dan investor masih punya tabungan nyali untuk mendorong IHSG melaju lebih tinggi hari ini? Mari kita saksikan bersama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Hasbi Maulana