IHSG tergelincir, reksadana pendapatan tetap jadi yang terbaik dalam sepekan terakhir



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam sepekan kemarin akhirnya mencatatkan pelemahan. Dalam sepekan, IHSG terkoreksi 0,79%.

Tak pelak, pelemahan IHSG pun ikut mendorong kinerja reksadana berbasis saham menjadi terkoreksi. Berdasarkan laporan Infovesta Utama yang dikeluarkan Senin (1/11), reksadana saham melemah 1,05%. Sementara reksadana campuran juga harus terkoreksi 0,54%.

"Dua hari berturut-turut jelang penutupan perdagangan, investor asing di pasar saham tampak melakukan aksi ambil untung. Namun, aliran modal asing selama sepekan masih tercatat net buy sebesar Rp 4,38 triliun," tulis Infovesta Utama dalam rilisnya.


Baca Juga: IHSG turun 0,58% ke 6.552 pada Senin (1/11)

Berbeda dengan pasar saham, pasar obligasi berhasil mencatatkan penguatan setelah Indeks Infovesta Government Bond naik 0,18% dan Infovesta Corporate Bond naik 0,10%. Kinerja reksadana pendapatan tetap pun naik 0,11% dalam sepekan terakhir. Menjadikannya sebagai reksadana dengan kinerja paling apik dalam sepekan terakhir. Sementara reksadana pasar uang tercatat berhasil mencatatkan kenaikan 0,04%.

Berikut masing-masing reksadana yang memiliki return tertinggi secara year to date hingga pada 29 Oktober 2021. Reksadana saham dengan return tertinggi dipegang oleh Pacific Saham Syariah III sebesar 49,23%. Lalu reksadana campuran yang tertinggi dipegang oleh HPAM Premium-1 Indonesia dengan tumbuh sebesar 59,42%.

Baca Juga: Beli 3 aset ini, Robert Kiyosaki peringatkan depresi baru di AS

Sementara untuk reksadana pendapatan tetap, return tertinggi dipegang oleh Sucorinvest Stable Fund sebesar 7,65%. Lalu untuk reksadana pasar uang, Insight Money jadi yang tertinggi dengan return sebesar 4,70%.

Berikutnya, reksadana indeks & ETF yang memiliki return tertinggi adalah Premier ETF IDX High Dividend 20 sebesar 7,79%. Kemudian, return reksadana pendapatan tetap USD dipegang oleh Danamas Dollar sebesar 3,01%.

Baca Juga: Pekan keempat Oktober 2021, arus modal asing hengkang Rp 780 miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati