KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 7,03% dalam sepekan. Pada perdagangan Jumat (30/10/2026), IHSG ditutup melemah 0,80% atau turun 41,01 poin ke level 5.057,05.
Head of Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai, tekanan jual masih membayangi pergerakan IHSG sepanjang pekan ini. Salah satu faktor yang memengaruhi indeks adalah tekanan arus keluar dana asing (
outflow) setelah pengumuman usulan MSCI. Di sisi lain, pemangku kebijakan telah mengambil langkah mitigasi untuk hal tersebut ditambah dengan adanya aksi buyback dari beberapa emiten tanpa RUPS yg diperpanjang hingga 2027
Baca Juga: Selamat Sempruna (SMSM) Tebar Dividen Interim Rp 259,14 Miliar, Simak Jadwalnya “Pasar juga menanti akan adanya kebijakan HSC yg akan berlaku 2 November 2026, di mana akan dikeluarkan dari formulasi perhitungan IHSG. Lalu, rilis FFR yang masih berada pada level 3,75%-4% pada pekan ini, meskipun tidak menutup kemungkinan akan adanya kenaikan pada akhir 2026 dan awal 2027,” ujar Herditya kepada Kontan, Jumat (30/10/2026). Tekanan terhadap IHSG juga dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah yang masih terdepresiasi terhadap dolar AS dan saat ini berada di level Rp 18.158 per dolar AS. Untuk pekan depan, Herditya memperkirakan IHSG masih rawan melanjutkan koreksi. Ia memproyeksikan indeks bergerak dengan level
support di 4.907 dan
resistance di 5.317. Menurutnya, pergerakan IHSG akan dipengaruhi implementasi kebijakan HSC pada 2 November 2026, serta rilis data PMI dan inflasi Indonesia, di mana diperkirakan masih meningkat, serta ada rilis PDB Indonesia Selain itu, pelaku pasar juga akan mencermati
midterm election di Amerika Serikat serta hasil tinjauan MSCI pada pekan berikutnya. Dari sisi rekomendasi saham, Herditya menyarankan investor mencermati saham PT XL Axiata Tbk (
EXCL) pada rentang 1.765-1.990, PT Medco Energi Internasional Tbk (
MEDC) di kisaran 1.430-1.465, serta PT Triputra Agro Persada Tbk (
TAPG) pada rentang 1.970-2.030.
Baca Juga: Peretasan Binance Picu Tekanan Jual, BNB Jadi yang Paling Terdampak Sementara itu,
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, IHSG ditutup melemah pada perdagangan Jumat (30/10/2026), meskipun sempat turun hingga level 4.979 sebelum kembali ditutup di atas level psikologis 5.000.
Dari sentimen global, Bank of Japan mempertahankan suku bunga acuannya di level 1,25% pada pertemuan (30/10), sesuai dengan perkiraan pasar. Keputusan tersebut diambil setelah sebelumnya BOJ menaikkan suku bunga sebanyak dua kali, yakni pada Juni dan September, masing-masing sebesar 25 bps. Pada pekan depan, investor akan mencermati pemilu midterm di Amerika Serikat pada 3 November 2026. Dari dalam negeri, sejumlah data yang akan dirilis meliputi indeks manufaktur PMI, neraca perdagangan, inflasi, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026, cadangan devisa, serta indeks harga rumah. “Secara teknikal diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 4,900-5,000. Jika IHSG bertahan di atas level 5,000, maka IHSG berpeluang akan bergerak sideways pada kisaran 5,000-5,200 pada pekan depan,” tuturnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News