IHSG Terkoreksi, Intip Saham yang Banyak Diborong Asing, Senin (30/3)
Senin, 30 Maret 2026 23:00 WIB
Oleh: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah hampir sepanjang perdagangan awal pekan ini. Tekanan pada sejumlah sektor membuat laju indeks belum mampu bertahan di zona hijau hingga penutupan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah tipis 0,08% atau turun 5,38 poin ke level 7.091,67 pada Senin (30/3/2026).
Baca Juga: Cek Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham dari BNI Sekuritas untuk Jumat (27/3) Pelemahan IHSG terutama dipicu oleh tekanan di sektor keuangan yang terkoreksi paling dalam hingga 1,17%. Selain itu, sektor barang baku turun 0,80%, properti dan real estate melemah 0,46%, serta infrastruktur terkoreksi 0,34%. Di sisi lain, sejumlah sektor masih mencatatkan penguatan dan menahan penurunan lebih dalam. Sektor energi memimpin kenaikan dengan penguatan 2,18%, diikuti teknologi 1,42% dan transportasi 1,41%.
IHSG Menipis Hari Ini, 10 Saham LQ45 dengan PER Terendah & Tertinggi 30 Maret 2026.
Sektor barang konsumen non primer naik 1,29%, perindustrian 0,83%, barang konsumen primer 0,25%, serta kesehatan 0,14%. Aktivitas perdagangan saham terpantau cukup ramai. Total volume transaksi mencapai 24,71 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 14,55 triliun. Baca Juga: Asing Net Sell Jumbo Rp 686 Miliar, Cermati Saham yang Banyak Dijual di Awal Pekan Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 403 saham mengalami penurunan, sementara 272 saham menguat dan 149 saham lainnya bergerak stagnan. Berikut 10 saham net buy terbesar asing pada Senin: 1. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) RP 186,61 miliar 2. PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) Rp 171,55 miliar 3. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp 101,25 miliar 4. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 51,27 miliar 5. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) RP 45,19 miliar 6. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Rp 44,3 miliar 7. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 32,25 miliar 8. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) Rp 31,44 miliar 9. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 25,57 miliar 10. PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 2442 miliar