KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (
IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Kamis (8/10/2026), dengan penurunan 1,88% ke level 6.031,28. Pelemahan ini dipicu kenaikan harga minyak mentah dunia, koreksi bursa saham global, serta aksi jual bersih investor asing yang masih berlanjut di pasar saham domestik. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, kenaikan harga minyak mentah dunia lebih dari 4% menjadi salah satu sentimen negatif bagi IHSG.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Lanjut Rebound, Cermati Proyeksi Analis, Rabu (7/10) Harga minyak menguat setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat (AS) berencana melancarkan serangan besar terhadap Iran sebelum pemilu sela AS. Penghentian produksi oleh sejumlah produsen minyak di Teluk Meksiko akibat badai tropis turut mendorong kenaikan harga komoditas tersebut. Dari dalam negeri, tekanan terhadap IHSG juga datang dari pelemahan rupiah sebesar 0,08% ke level Rp 17.890 per dolar AS. Kombinasi kenaikan harga minyak dan pelemahan rupiah menambah kekhawatiran investor terhadap prospek inflasi dan arah kebijakan suku bunga. "Level 6.000 menjadi area penting yang perlu dicermati," kata Alrich, Kamis (8/10/2026). Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah rata-rata pergerakan lima dan 10 hari (MA5 dan MA10), disertai peningkatan volume jual.
Baca Juga: IHSG Ditutup Menguat 0,46%, Analis Proyeksi Rebound pada Senin (5/10) Jika mampu bertahan di atas level 6.000 dan kembali menguat, IHSG berpeluang membentuk pola
double bottom. Namun, jika menembus ke bawah level tersebut, indeks berpotensi melanjutkan pelemahan ke kisaran 5.800–5.900. Sementara itu, Analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto menilai, aksi jual bersih investor asing yang belum mereda turut membebani pergerakan IHSG. Pada perdagangan Kamis, investor asing mencatatkan
net sell sebesar Rp 848,28 miliar di pasar reguler. Sejak awal tahun, akumulasi jual bersih asing di pasar reguler telah mencapai Rp 111,13 triliun.
Pandhu menambahkan, koreksi bursa saham global akibat lonjakan harga minyak turut menekan pasar saham domestik. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap inflasi yang lebih tinggi dan kemungkinan kebijakan suku bunga yang lebih ketat.
Baca Juga: IHSG Anjlok 1,88% ke 6.031,28, Simak Proyeksi untuk Jumat (9/10) Untuk perdagangan Jumat (9/10/2026), Pandhu memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang support dan resistance 5.850–6.216. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News