IHSG terpeleset saat pasar Asia menguat di sesi I



JAKARTA. Sempat melaju di awal perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terpeleset ke zona merah pada sesi I, Senin (10/4). Mengacu data RTI, indeks turun 0,02% atau 1,245 poin ke level 5.652,241.

Ada 149 saham bergerak turun, 160 saham bergerak naik, dan 89 saham stagnan. Volume perdagangan pada perdagangan pagi 4,86 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 3,41 triliun.

Tujuh dari 10 indeks sektoral membebani pergerakan IHSG. Sektor perdagangan berkontribusi paling dalam penurunan 0,44%. Sementara, sektor keuangan masih paling tinggi penguatannya 0,55%.


Saham-saham top losers LQ45 antara lain; PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 4,46% ke Rp 386, PT Hanson International Tbk (MYRX) turun 2,90% ke Rp 134, dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) turun 2,09% ke Rp 2.810.

Saham-saham top gainers LQ45 antara lain; PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) naik 3,42% ke Rp 1.360, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) naik 1,72% ke Rp 2.360, dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) naik 1,69% ke Rp 600.

Investor asing masih getol melakukan aksi belinya di sesi I. Di pasar reguler, net buy asing Rp 103.490 miliar dan Rp 311.006 miliar keseluruhan pasar.

Di sisi lain, sebagian pasar saham Asia naik dengan pelemahan mata uang yen mendorong saham Jepang naik lebih tinggi. Investor juga tengah mencermati dampak dari data pekerjaan AS terbaru dan peluang kenaikan suku bunga ke depan.

Indeks Topi naik 0,6%, merupakan penguatan di hari kedua dan indeks S&P/ASX 200 di Australian naik 0,6%.

Indeks Hang Sen sedikit berubah dan indeks Kospi Korsel terpeleset 0,8%. Indeks Shanghai Composute turun 0,3%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto