KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 4,55% dalam sepekan terakhir ke level 5.896,13. Hal tersebut dibarengi oleh terjadinya outflow investor asing sekitar Rp 6 triliun sepanjang pekan ini berjalan. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, salah satu sentimen yang cukup menekan IHSG adalah pengumuman dari MSCI yang menetapkan Indonesia berada di emerging market, namun dengan beberapa catatan yang perlu diperhatikan oleh regulator pasar modal nasional. Di samping itu, pasar juga diwarnai oleh sentimen adanya rencana pemerintah untuk memangkas anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya menjaga defisit fiskal dan tren pelemahan nilai tukar rupiah yang sudah mencapai level Rp 17.919 per dolar Amerika Serikat (AS). Baca Juga: Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Batasi Potensi Kenaikan Harga Emas "Pelemahan harga komoditas dunia seperti minyak mentah yang selama sepekan turun sekitar 8% ke level US$ 69 per barel dan emas yang turun ke level US$ 4.033 per ons troi juga berdampak ke arah IHSG," ungkap dia, Jumat (26/6/2026). Sementara itu, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menambahkan, sentimen negatif bagi IHSG juga berasal dari eksternal, terutama saat mendekati akhir pekan. Salah satunya adalah pelemahan indeks bursa Asia dan Eropa akibat tekanan jual saham sektor teknologi di tengah kekhawatiran investor terhadap kenaikan biaya infrastruktur Artificial Intelligence (AI). Tekanan pada saham sektor teknologi tersebut memicu koreksi pada harga komoditas logam yang kemudian mendorong koreksi saham terkait. Secara teknikal, Alrich menyebut, IHSG berada di bawah level MA5, MA10, dan MA20. Histogram positif MACD tampak mulai melemah, sedangkan indikator Stochastic RSI memasuki area pivot. Dari situ, ia memperkirakan IHSG berpeluang menguji level 5.700--5.800 pada pekan depan. "Investor akan menantikan sejumlah data ekonomi dari domestik, yaitu indeks manufaktur PMI, neraca perdagangan, dan inflasi," kata dia, Jumat (26/6/2026). Sebaliknya, Herditya memperkirakan IHSG masih rawan terkoreksi sepanjang pekan depan dengan support di level 5.736 serta resistance di level 6.112.
BULL Chart by TradingView