KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan dalam sepekan terakhir. Melansir RTI, IHSG parkir di level 5.050,42 di akhir perdagangan hari ini, Jumat (6/11/2026). Hari ini, IHSG naik 0,40%. Namun, IHSG mengakumulasi penurunan 0,13% dalam sepekan. Aliran dana asing tercatat masuk Rp 109,30 miliar di pasar reguler hari ini. Namun, asing masih keluar Rp 1,07 triliun di pasar reguler dalam sepekan terakhir.
Baca Juga: Transaksi Kripto Tumbuh Dua Bulan Beruntun, Ini Pendorongnya Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, ada sejumlah sentimen penggerak IHSG dalam sepekan ini.
Pertama, Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi dari perhitungan IHSG.
Kedua, ada beberapa rilis data makro Indonesia pekan ini. Seperti, PMI manufaktur Indonesia meningkat dari 52,4 pada September 2026 menjadi 54,0 pada Oktober. Kemudian, ekonomi Indonesia tumbuh 5,47% secara tahunan (YoY) pada kuartal III, meningkat dari 5,29% pada kuartal sebelumnya. Lalu, Inflasi pada Oktober melandai menjadi 3,23% YoY.
Ketiga, pasar akan menanti rilis data non farm payroll (NFP) Amerika Serikat (AS). “Terakhir, net sell asing masih mendominasi IHSG pekan ini,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (6/11/2026). Untuk Senin (9/11/2026) esok, IHSG diperkirakan berpeluang menguat dengan support 5.003 dan resistance 5.078. Dari sisi sentimen, Herditya bilang ada beberapa hal yang patut dicermati untuk pekan depan.
Pertama, rilis data inflasi China yang diperkirakan akan cenderung melandai.
Kedua, pasar masih akan mencermati perihal review MSCI indeks di tanggal 12 Nov waktu Indonesia.
Ketiga, arus keluar alias outflow dari pasar masih akan berpengaruh terhadap pergerakan IHSG pekan depan. “Terakhir, sentimen dari pergerakan harga komoditas dunia,” ungkapnya.
Baca Juga: ST017 Ditawarkan Mulai Hari Ini, Tenor Dua Tahun Diproyeksi Lebih Kompetitif Untuk pilihan saham, investor disarankan Herditya untuk mencermati AMRT dengan target harga Rp 1.010 - Rp 1.115 per saham, ASII Rp 5.125 - Rp 5.275 per saham, dan INCO Rp 3.490 - Rp 3.700 per saham. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News