IHSG Turun 0,48% Jadi 7.072, Simak Proyeksinya Rabu (29/4)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini parkir di zona merah pada perdagangan Selasa (28/4/2026). Hari ini, IHSG ditutup turun 0,48% atau 34,13 poin ke level 7.072,39.

Sepanjang perdagangan, sebanyak 350 saham melemah, 339 saham menguat, dan 129 saham stagnan.

Total volume transaksi mencapai 31,9 miliar saham dengan nilai perdagangan sebesar Rp 17,5 triliun.


Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat, IHSG ditutup terkoreksi, yang mana pergerakannya sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa Asia yang juga terkoreksi.

Dari sisi sentimen, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga masih melemah.

Baca Juga: Rekomendasi Teknikal Saham EMAS, DSNG, BBNI untuk Perdagangan Rabu (29/4/2026)

“Selain itu juga adanya pertemuan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan MSCI terkait permintaan beberapa waktu lalu,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (28/4).

Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menjelaskan, penurunan IHSG mendapat tekanan utama yang berasal dari aksi net foreign sell sebesar Rp1,24 triliun, khususnya pada saham-saham perbankan.

Pelemahan ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global, terutama terkait konflik di Timur Tengah. Pasar masih mencermati perkembangan proposal Iran kepada AS terkait pembukaan Selat Hormuz, yang hingga kini belum menemui kejelasan.

“Kondisi ini mendorong harga minyak tetap tinggi, yaitu harga WTI di kisaran US$100 per barel dan Brent di US$ 110 per barel, sehingga menambah kekhawatiran inflasi global,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (28/4/2026).

Di sisi lain, Bank of Japan mempertahankan suku bunga di level 0,75%, namun sentimen ini belum cukup kuat menopang pasar.

”Secara umum, pergerakan IHSG masih cenderung terbatas karena pelaku pasar menunggu kepastian arah kebijakan The Fed,” ungkapnya.

Untuk perdagangan esok hari (29/4), Herditya memperkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas dengan support 7.022 dan resistance 7.106. “Ada peluang technical rebound di tengah koreksi yang dapat dikatakan sudah cukup dalam,” ungkapnya.

Baca Juga: Rupiah Melemah Jadi Rp 17.243, Tekanan Geopolitik dan The Fed Membayangi

Herditya pun menyarankan investor untuk mencermati saham BRIS dengan target harga Rp 1.830 - Rp 1.925 per saham, EMAS Rp 10.325 - Rp 10.775 per saham, dan INET Rp 346 - Rp 402 per saham.

Reza bilang, IHSG pada perdagangan esok hari diperkirakan masih bergerak terbatas dengan kecenderungan menguji area gap di level psikologis 7.000.

Selama IHSG mampu bertahan di atas level tersebut dan terjadi technical rebound, maka peluang penguatan menuju resistance di kisaran 7.160 – 7.230 masih terbuka.

Sentimen utama yang akan diperhatikan pasar adalah perkembangan negosiasi Iran–AS yang berdampak pada harga minyak.

“Selain itu, keputusan suku bunga The Fed yang diperkirakan masih akan ditahan di tengah ketidakpastian global,” tuturnya.

Besok, Reza merekomendasikan buy on weakness untuk MBMA dengan target harga Rp 735 - Rp 780 per saham. Rekomendasi beli disematkan untuk PADA dan BNBR dengan target harga masing-masing Rp 224 - Rp 242 per saham dan Rp 224 - Rp 232 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News