IHSG turun 1,31% ke 4.816 pada akhir perdagangan Senin (15/6)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun di awal pekan setelah bertahan menguat di perdagangan terakhir pekan lalu. IHSG turun 1,31% ke 4.816,34 pada akhir perdagangan Senin (15/6) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Bergerak di zona hijau pada sesi I, IHSG langsung terjun sepanjang perdagangan sesi II hari ini. Delapan indeks sektoral turun bersama dengan IHSG hari ini. Penurunan terbesar adalah indeks sektor keuangan, sebesar 2,77%. Sektor perkebunan turun 2,01%. Sektor tambang melemah 1,76%. Sektor industri dasar turun 1,26%

Indeks sektor konstruksi dan properti tergerus 1,11%. Sementara sektor aneka industri turun 1,09%. Indeks sektor perdagangan dan jasa turun 0,82% dan sektor manufaktur turun 0,41%.


Sedangkan dua sektor menguat pada akhir perdagangan hari ini. Sektor infrastruktur naik 0,33%. Sektor barang konsumsi menguat 0,23%.

Baca Juga: IHSG anjlok dalam sepekan lalu, hampir semua jenis reksadana catatkan kinerja negatif

Total volume transaksi bursa mencapai 8,65 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 8,01 triliun. Sebanyak 288 turun harga. Ada 158 saham yang menguat dan 126 saham flat.

Top losers LQ45 hari ini adalah:

  • PT PP Tbk (PTPP) -6,32%
  • PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) -6,04%
  • PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) -5,78%
Top gainers LQ45 terdiri dari:

  • PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) 2,72%
  • PT Gudang Garam Tbk (GGRM) 2,44%
  • PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) 1,98%
Baca Juga: Tergelincir menit akhir sesi I, IHSG terkoreksi 0,06% mengekor jejak bursa Asia

Investor asing mencatat net sell Rp 712 miliar di seluruh pasar. Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 206,3 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 118,1 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 110,4 miliar.

Saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 41,5 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 38,5 miliar, dan PT MNC Investama Tbk (BHIT) Rp 26,6 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati