IHSG Volatil di Hari Terakhir Mei,Analis Sarankan Wait & See Setelah Rebalancing MSCI



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari terakhir perdagangan Mei 2026 diperkirakan masih akan bergerak volatil seiring dengan efektifnya rebalancing indeks MSCI.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, mengatakan bahwa tekanan pasar masih cukup terasa, terutama menjelang penutupan perdagangan.

“Pergerakan IHSG pada hari ini cenderung masih dipengaruhi oleh rebalancing MSCI, mengingat hari ini merupakan tanggal efektif MSCI. Oleh karena itu, volatilitas pasar diperkirakan masih relatif tinggi, terutama menjelang penutupan perdagangan,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (29/5/2026).


Ia menambahkan, hingga sesi I perdagangan, aliran dana asing masih mencatatkan outflow sekitar Rp1,6 triliun.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Stabil Usai Rebalancing MSCI, Ini Kata Analis

Namun, setelah fase rebalancing MSCI berakhir, pergerakan IHSG berpotensi kembali lebih stabil.

“Pasca efektifnya rebalancing MSCI, pergerakan IHSG berpotensi kembali lebih stabil. Dengan demikian, faktor-faktor makro akan lebih dominan memengaruhi arah pasar,” jelasnya.

Menurut Imam, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi salah satu faktor utama yang perlu dicermati dalam waktu dekat.

Dari sisi sentimen, investor juga perlu mewaspadai sejumlah faktor global dan domestik, khususnya terkait arah kebijakan suku bunga.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Fluktuatif pada Akhir Mei, Sentimen Fundamental Lebih Dominan

“Dari sisi global, harga minyak yang masih tinggi berpotensi menjaga inflasi tetap berada pada level yang tinggi, sehingga dapat membuat The Fed menunda pemangkasan suku bunga acuannya,” paparnya.

Sementara dari dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah mendorong Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin guna menjaga stabilitas.

Terkait strategi, Imam menyarankan investor untuk tidak terburu-buru mengambil posisi, khususnya pada saham yang terdampak rebalancing.

“Investor sebaiknya lebih konservatif dan menerapkan strategi wait and see hingga kondisi pasar kembali stabil dan aliran dana asing kembali membaik,” katanya.

Adapun untuk pilihan saham, ia merekomendasikan PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) dengan rekomendasi buy. Saham ini memiliki rentang entry di level Rp4.400-Rp4.460, target harga di Rp4.950, serta stop loss di bawah Rp4.260.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Fluktuatif pada Akhir Mei, Sentimen Fundamental Lebih Dominan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: