IIF bakal terbitkan obligasi Rp 2 triliun



JAKARTA. PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) berencana menerbitkan obligasi I senilai Rp 2 triliun.

Untuk penerbitan ini, perusahaan menggenggam peringkat AAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Pefindo juga menyematkan peringkat yang sama bagi perusahaan dengan prospek stabil. Periode pemeringkatan berlaku 22 April 2016 – 1 April 2017.

Analis Pefindo Adrian Noer mengatakan, peringkat mencerminkan dukungan yang kuat dari pemegang saham IIF, peran IIF yang penting dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, profil permodalan yang sangat kuat, dan indikator kualitas aset yang kuat.


"Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh terbatasnya proyek infrastruktur yang siap secara komersial, dan profil pembiayaan IIF yang terkonsentrasi," ujar Adrian, Jakarta.

IIF berdiri pada tanggal 15 Januari 2010 sebagai lembaga keuangan swasta non-bank yang memiliki fokus pada investasi di proyek-proyek infrastruktur yang layak secara komersial.

IIF menyediakan pembiayaan berbasis dana seperti pinjaman senior, pinjaman mezzanine, dan pinjaman dalam bentuk partisipasi dalam ekuitas, ditambah dengan produk pembiayaan non-dana seperti penjaminan dan layanan dalam bentuk fee-based.

Per 31 Desember 2015, sekitar 30% saham IIF dimiliki oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), sekitar 19,99% dimiliki oleh International Finance Corporation (IFC), sekitar 19,99% dimiliki oleh Asian Development Bank (ADB), sekitar 15,12% dimiliki oleh Deutsche Investitions-und Entwicklungsgesellschaft mbH (DEG), dan sekitar 14,90% dimiliki oleh Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie