IIF Dukung Pendidikan Inklusif, Salurkan Bantuan untuk Pelajar Tunanetra



​KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan inklusif melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang menyasar pelajar disabilitas tunanetra.

Kegiatan yang digelar pada 24 April 2026 ini berlangsung di SLB-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta, sebagai bagian dari partisipasi IIF dalam menyambut Hari Pendidikan Nasional.

Bekerja sama dengan Yayasan Helping Hands, IIF menghadirkan sejumlah kegiatan edukatif dan inspiratif.


Baca Juga: Saham BBRI Malah Merosot Saat Pengumuman Kinerja Kuartal I-2026

Mulai dari edukasi tentang tata cara berkomunikasi dengan penyandang disabilitas, sesi berbagi mengenai peluang kerja bagi penyandang disabilitas, hingga aktivitas team building interaktif bersama para pelajar.

Dalam kesempatan tersebut, IIF juga menyalurkan bantuan berupa tiga unit laptop untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, serta bantuan pendidikan senilai Rp25 juta.

Program ini merupakan bagian dari IIF Act, inisiatif employee engagement yang mendorong keterlibatan aktif karyawan dalam berbagai kegiatan sosial perusahaan.

Melalui program ini, karyawan IIF didorong untuk berkontribusi langsung dalam menciptakan dampak sosial yang positif dan berkelanjutan.

Presiden Direktur & CEO IIF Rizki Pribadi Hasan mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan, motivasi, serta kepercayaan diri pelajar tunanetra agar lebih siap menghadapi masa depan.

“Seluruh rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, khususnya dalam mendukung pendidikan dan pemberdayaan inklusif,” ujarnya melalui keterangan resmi Kamis (30/4/2026).

Baca Juga: Dongkrak Dana Murah, Nilai Transaksi BRImo Tembus Rp 2.042 Triliun Kuartal I-2026

Sementara itu, Chief Risk Officer IIF Lestari Umardin menegaskan, komitmen perusahaan untuk terus melanjutkan program serupa melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Melalui sinergi ini, kami ingin memastikan akses pendidikan yang setara dan bermakna dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, IIF menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pengembangan kapasitas manusia, termasuk memastikan kelompok disabilitas tidak tertinggal dalam proses pembangunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News