Iiishhh, BSD cetak penjualan Rp 2,05 Triliun!



JAKARTA. PT Bumi Serpong Damai Tbk mencapai separuh dari target penjualan di tahun ini. Emiten yang menyandang kode saham BSDE itu, mencetak marketing sales atau pra-penjualan sebesar Rp 2,05 triliun, hingga akhir Juni 2012.

Perolehan tersebut setara dengan 49% dari target penjualan perusahaan di sepanjang tahun 2012, yaitu Rp 4,2 triliun. Hermawan Wijaya, Direktur Bumi Serpong Damai, menuturkan, penyumbang terbesar marketing sales Bumi Serpong, sejauh ini, adalah BSD City.

Nilai penjualannya mencapai Rp 1,58 triliun, atau 77% dari capaian marketing sales pada semester I-2012. Kota Wisata Cibubur dan Taman Permata Buana menyumbang penjualan masing-masing Rp 123 miliar.


Sedang penjualan di proyek Grand Wisata Bekasi mencapai Rp 102,5 miliar, atau 5% dari total pra penjualan perseroan. Sisa penjualan berasal dari beberapa proyek yang dikelola anak usaha Bumi Serpong.

Perusahaan properti grup Sinarmas ini masih mengandalkan segmen perumahan alias residensial sebagai mesin utama pencetak penjualan.

Sinergi anak usaha

Porsi segmen ini mencapai 66% atau setara Rp 1,26 triliun dari total penjualan. Disusul segmen penjualan lahan yang menyumbang 26% marketing sales. Segmen ruko mencetak pra-penjualan senilai Rp 101,47 miliar, tumbuh 655% year-on-year. Itu merupakan pencapaian marketing sales tertinggi.

Kinerja penjualan Bumi Serpong pada semester I-2012 yang sesuai target, diharapkan manajemen bisa berlanjut hingga akhir tahun ini. Anggaran belanja modal tahun ini disiapkan Rp 2 triliun. Penggunaan belanja modal tersebut untuk membiayai ekspansi, di antaranya peluncuran 17 sub-kluster baru untuk semua proyek perumahan, baik di BSD City maupun di luar itu.

Dua bulan terakhir, Bumi Serpong telah meluncurkan tiga sub-kluster di BSD City, dan ruko di Taman Tekno, Kawasan Industrial BSD City. Dana belanja modal juga digeber untuk pembebasan lahan, terutama di kawasan BSD City.

Bumi Serpong sudah membebaskan lahan baru seluas 4.750 ha, dari izin usaha BSD City seluas 6.000 ha. Perseroan menargetkan bisa membebaskan lahan 100 ha-200 ha tahun ini.

Di tengah tingkat permintaan perumahan yang masih tinggi di daerah satelit Jakarta, Bumi Serpong optimistis meraih target penjualan untuk tahun ini. Perseroan itu mengejar pendapatan bersih Rp 3,03 triliun-Rp 3,16 triliun, tahun 2012.

Terlebih, daya beli kelas menengah atas yang menjadi sasaran utama pasar Bumi Serpong, cukup tangguh sejauh ini. "Angka penjualan akan tumbuh solid pada kuartal III dan IV setelah siklus liburan dan hari raya usai, pada Agustus mendatang," ujar Hermawan.

Reza Priyambada, Kepala Riset Indosurya Asset Management, menilai, permintaan hunian di daerah Serpong dan sekitarnya masih tinggi hingga kini. Itu menjadi amunisi utama Bumi Serpong dalam menggenjot kinerja.

Perseroan juga mulai mendapatkan keuntungan dari langkah akuisisi terhadap PT Duta Pertiwi Tbk. Anak usaha tersebut potensial meningkatkan pendapatan berkelanjutan (recurring income) Bumi Serpong.

Proyek-proyek utama Duta Pertiwi berupa pusat perbelanjaan, perkantoran, dan property management. "Ada sinergi antara Bumi Serpong yang bermain di residensial dengan Duta Pertiwi banyak menggarap proyek-proyek penghasil recurring income," ungkap Reza.

Reza merekomendasikan investor untuk masuk ke saham BSDE ketika harganya melemah di level Rp 1.170 per saham.

Namun, bagi para investor yang telah mengoleksinya, disarankan untuk profit taking dahulu untuk mengantisipasi koreksi harga dalam beberapa hari ke depan. Jumat (20/7), saham BSDE ditutup turun 1,61% ke level Rp 1.220 per saham. n

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Ruisa Khoiriyah