IKEA Pangkas 850 Karyawan di Tengah Melemahnya Belanja Konsumen



KONTAN.CO.ID - Inter IKEA, perusahaan pemegang waralaba merek furnitur asal Swedia IKEA di 63 negara, memangkas sekitar 850 karyawan sebagai bagian dari langkah efisiensi di tengah melemahnya belanja konsumen global.

Perusahaan yang mengelola rantai pasok produk IKEA dari berbagai pabrik di dunia tersebut menghadapi tekanan kenaikan biaya operasional dan tarif impor Amerika Serikat (AS), sekaligus menjalankan transformasi bisnis dari toko gudang besar di pinggiran kota menuju gerai yang lebih kecil di pusat kota.

Baca Juga: Indeks Kospi Bangkit dan Ditutup Menguat, Kekhawatiran Pemogokan Samsung Mereda


Chief Financial Officer Inter IKEA Henrik Elm mengatakan, perusahaan perlu mempercepat proses pengambilan keputusan dan lebih fokus pada prioritas utama bisnis.

“Kami perlu menjadi lebih cepat, mempersingkat proses pengambilan keputusan, dan memusatkan upaya pada prioritas tersebut,” ujar Elm kepada Reuters, Senin (18/5/2026).

Inter IKEA memasok produk kepada 13 pemegang waralaba yang mengoperasikan toko IKEA di berbagai negara.

Langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) ini dilakukan di tengah turunnya kepercayaan konsumen yang semakin memburuk akibat konflik Iran.

Menurut Elm, perang Iran telah mempercepat penurunan kepercayaan konsumen global karena lonjakan harga energi menggerus daya beli masyarakat.

Baca Juga: Trump: Pemotongan Suku Bunga Mungkin Tertunda hingga Perang Iran Berakhir

Konflik tersebut memicu kenaikan harga bahan bakar yang menekan anggaran rumah tangga dan membuat konsumen menahan belanja non-esensial seperti renovasi rumah atau pembelian furnitur baru.

“Pendapatan disposable konsumen terus turun, terutama segmen konsumen yang ingin kami jangkau,” katanya.

Ia menambahkan, kemampuan IKEA untuk menurunkan harga produk menjadi semakin penting agar konsumen tetap mampu membeli produk IKEA.

“Hal itu tidak mungkin tercapai jika struktur biaya perusahaan terlalu tinggi,” imbuhnya.

Dari total 850 posisi yang terdampak, sekitar 300 pekerjaan dipangkas di Swedia, termasuk di Almhult, kota tempat IKEA didirikan pada 1943 dan salah satu pusat utama operasional Inter IKEA.

Baca Juga: Bursa Asia Tersungkur Dihantam Perang Iran dan Lonjakan Minyak

Secara keseluruhan, pengurangan tersebut setara sekitar 3% dari total 27.500 karyawan Inter IKEA di seluruh dunia.