Ikut Meramaikan IIMS 2026, Adira Finance Bidik Kenaikan Pembiayaan hingga 20%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) memanfaatkan partisipasi dalam gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 sebagai salah satu strategi untuk mendorong pertumbuhan pembiayaan kendaraan di awal tahun. Sekaligus menangkap momentum peningkatan permintaan menjelang Ramadan.

Direktur Penjualan, Pelayanan & Distribusi Adira Finance Niko Kurniawan mengatakan, Adira Finance menargetkan pembiayaan selama IIMS 2026 dapat meningkat sekitar 15% hingga 20% dibandingkan pencapaian pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, seiring meningkatnya aktivitas pengunjung serta optimisme terhadap permintaan kendaraan di awal tahun.

“Kami menargetkan ada kenaikan pembiayaan sekitar 15% sampai 20% dibandingkan tahun lalu,” ujar Niko usai ditemui saat media gathering di IIMS 2026, Kamis (12/2/2026).


Baca Juga: Adira Finance Waspadai Dampak Penghentian Insentif Motor Listrik terhadap Pembiayaan

Niko menjelaskan, kehadiran perusahaan di pameran otomotif menjadi sarana untuk menghadirkan pengalaman pembiayaan yang lebih terintegrasi, mulai dari eksplorasi kendaraan, layanan tukar tambah, akses jalur prioritas test drive, hingga pengajuan pembiayaan langsung di lokasi.

“Melalui IIMS 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman pembiayaan yang lebih terintegrasi, sehingga konsumen bisa memilih kendaraan dan mengajukan pembiayaan dengan proses yang lebih mudah dan cepat,” ujar Niko.

Adira Finance juga memanfaatkan momentum pameran untuk menawarkan berbagai program promosi, seperti bunga pembiayaan mobil mulai dari 1,7% per tahun, penawaran pembiayaan motor dengan bunga khusus, serta berbagai insentif lain guna meningkatkan daya tarik konsumen.

Adira juga mengoptimalkan basis data pelanggan untuk mendorong transaksi selama pameran berlangsung. Selain promosi, strategi yang dilakukan antara lain memperkuat interaksi langsung dengan konsumen melalui berbagai titik layanan di area pameran serta menghadirkan pengalaman pembiayaan end-to-end agar proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan mudah.

Dari sisi tren pasar, Adira Finance melihat minat terhadap mobil listrik masih menunjukkan pertumbuhan, seiring harga yang semakin kompetitif dan fitur kendaraan yang semakin beragam. Sementara itu, kontribusi pembiayaan kendaraan listrik roda dua masih relatif kecil dibandingkan kendaraan roda empat.

“Momentum awal tahun dan menjelang Ramadan kami manfaatkan untuk mendorong pertumbuhan pembiayaan,” tambah Niko.

Sebagai informasi, secara total Adira Finance membukukan penyaluran pembiayaan kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) sebesar Rp 750 miliar pada 2025. Namun, mayoritas pembiayaan kendaraan listrik perusahaan disumbang dari segmen mobil listrik.

Baca Juga: Adira Finance Proyeksikan Kredit Bermasalah Terjaga di Kisaran 2,5% Usai Lebaran 2026

Selanjutnya: Menkeu Purbaya Akui Pertumbuhan Ekonomi 5% Tak Cukup Serap Tenaga Kerja Baru

Menarik Dibaca: HP Android Bebas Iklan 2026: Rasakan Nyaman Tanpa Gangguan!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News