Ikuti Jejak Bursa Asia, IHSG Tergelincir 0,64% pada Awal Perdagangan Rabu (10/8)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir mengikuti jejak bursa regional pada awal perdagangan Rabu (10/8). Mengutip RTI pukul 09.05 WIB, indeks turun 0,64% atau 45,315 poin ke level 7.057,565.

Tercatat 189 saham turun, 146 saham naik, dan 196 saham stagnan. Total volume 2,48 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 944 miliar.

Sebanyak sembilan indeks sektoral menyeret IHSG ke zona merah. Tiga sektor yang berkontribusi paling besar yakni IDX-Infra 0,90%, IDX-Trans 0,77%, dan IDX-Finance 0,53%.


Saham-saham top losers LQ45:

- PT XL Axiata Tbk (EXCL) turun 2,68%

- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turun 2,16%

- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun 1,85%

Baca Juga: Rekomendasi Saham Samuel Sekuritas, Rabu (10/8): Buy BUMI, ANTM, BBNI, dan Sell BUKA

Saham-saham top gainers LQ45:

- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) naik 1,64%

- PT United Tractors Tbk (UNTR) naik 0,77%

- PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik 0,74%

Bursa saham Asia-Pasifik jatuh hari ini karena investor mencerna data inflasi dari China dan menantikan laporan IHK Amerika Serikat (AS).

Pasar China Daratan tergelincir, dengan Shanghai Composite sedikit lebih rendah dan Shenzhen Component turun 0,32%.

Indeks harga produsen China untuk Juli naik 4,2% dari tahun lalu, lebih rendah dari perkiraan kenaikan 4,8% dalam jajak pendapat Reuters.

Harga konsumen meningkat 2,7% pada bulan Juli dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021, terbesar sejak Juli 2020. Analis memperkirakan angka tersebut akan mencapai 2,9%.

Baca Juga: Bursa Rabu (10/8) Akan dibuka, Ini Rekomendasi Saham Pilihan Analis

“Tekanan inflasi yang mendasari tetap terbatas di China karena penguncian sporadis telah membebani belanja konsumen dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan,” kata Carol Kong, a senior associate, international economics and currency strategy di Commonwealth Bank.

"Impuls inflasi China yang relatif tenang berlawanan dengan inflasi AS yang terus-menerus kuat," kata catatan itu.

AS akan melaporkan data inflasi juga. Para ekonom memperkirakan bahwa inflasi konsumen akan mencapai 8,7%, dibandingkan dengan 9,1% pada bulan Juni, menurut Dow Jones.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto