KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Kesuksesan Labubu memunculkan tren belanja baru. Istilahnya, belanja buta atau belanja misteri. Bahasa
bulenya, blind shopping atau
mystery shopping. Berkat viralnya
blind box Labubu, kini banyak merek mengikuti strategi pemasaran serupa. Sebut saja Le Creuset, Elf Beauty, Michaels Cos., dan Miami Heat.
Blind shopping atau
mystery shopping adalah belanja di mana pembeli tidak tahu apa yang mereka dapatkan sampai mereka membuka kotak yang mereka beli. "Ini adalah perdagangan yang digamifikasi," kata Shreyas Sekar, Asisten Profesor Manajemen Operasional Universitas Toronto Scarborough, seperti dikutip
Bloomberg.
Sekar menuturkan, terjadi peningkatan tren
blind box. Praktik ini, yang telah lama populer di Asia, kini menyebar ke Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Kanada.
Baca Juga: Labubu Langka, Blind Box Murah Jadi Primadona Baru di AS Sekar mengakui kontribusi Labubu dalam penyebaran ini. Menurut dia, pertumbuhan Labubu di kalangan konsumen AS telah menjadi bukti konsep kelayakan belanja
mystery shopping di pasar di luar Asia. Pop Mart International Group, perusahaan produsen Labubu, melaporkan pendapatan di Amerika melonjak hampir 1.300% pada kuartal terakhir. Sekarang, pengecer lain menyadari, mereka juga dapat menciptakan sensasi dengan memanfaatkan kerahasiaan. Terkadang, peritel juga jadi bisa melepas barang dagangan yang tidak terlalu laris. “
Blind box adalah kesempatan untuk berjudi mendapatkan sesuatu yang hebat," kata Jackie Mitchell, seorang
influencer media sosial berusia 28 tahun, dalam sebuah wawancara dengan
Bloomberg.
Baca Juga: Apa Itu Blind Box? Fenomena Mainan Baru yang Disukai Banyak Orang Dan sekarang, bukan cuma produsen mainan yang melego produknya dengan strategi
blind box. Perusahaan pengecer bir, produsen kerajinan, hingga produsen alat dapur dan alat olahraga pun memakai strategi ini. Contoh perusahaan kosmetik Elf. Elf mulai menjual enam paket misteri kosmetik, masing-masing berisi lima hingga delapan item, pada awal November. Perusahaan ini mengklaim
blind box tersebut memberi penghematan hingga 50% dari harga normal produk yang disertakan. “Kotak-kotak tersebut berisi item terlaris, bukan sisa stok," papar Laurie Lam,
Chief Brand Officer Elf. Salah satu paket langsung terjual habis seminggu setelah diluncurkan. “Tidak dapat disangkal, kami melihat kotak misteri menjadi populer,” kata Lam.
Baca Juga: Euforia Labubu Diramalkan Bakal Menyerupai Runtuhnya Beanie Babies di Tahun 1990-an Blind box bahkan muncul di layanan makanan. Cava menawarkan boneka-boneka dalam kemasan tertutup yang modelnya berdasarkan rasa keripik pita mereka dengan hidangan harissa panas edisi terbatas tahun lalu. Menurut
Chief Experience & Marketing Officer Cava Andy Rebhun, faktor kejutan dan nilai koleksi memberi pelanggan alasan untuk berkunjung langsung, Cava sampai harus bergegas mengisi kembali stok dan akhirnya menjual lebih dari 33.000 boneka dan makanan. Beberapa tamu membeli khusus untuk barang koleksi tersebut. Tahun lalu, Mitchell merekam dirinya melakukan
unboxing blind box Le Creuset, yang dibelinya di sebuah acara yang digelar produsen peralatan dapur tersebut di Columbus, Ohio.
Baca Juga: Analisis Bernstein Memprediksi Masa Kejayaan Labubu Bakal Segera Berakhir Agar memenuhi syarat membeli kotak seharga US$ 50, Mitchell harus membeli tiket VIP seharga US$ 25 untuk acara tersebut dan berbelanja setidaknya US$ 150 di sana. Dari acara tersebut, Mitchell memperoleh dua piring, wajan, dan panci besi cor. Ia memperkirakan ia mendapatkan barang bernilai lebih dari US$ 600. Cuma memang, cara pemasaran seperti ini bukannya tanpa risiko. Seringkali ada pembeli yang kecewa karena barang yang diperoleh tidak sesuai harapan. Le Creuset pernah menghadapi seorang kreator konten di TikTok yang merasa barang yang ia peroleh lebih rendah dari nilai pembelian. Le Creuset tidak menanggapi permintaan komentar dari
Bloomberg.