Ilham Habibie: Tak ada nama Tahir di konsorsium Muamalat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk bakal melakukan rights issue guna memperkuat struktur permodalan. Dana tersebut berasal dari konsorsium yang dipimpin oleh Ilham Habibie yang kini menjadi Komisaris Utama Bank Muamalat.

Sebelumnya, cerita soal calon investor Bank Muamalat ini menyebutkan nama Dato Sri Tahir sebagai partner strategis bagi Bank Muamalat. Malah, pemilik Mayapada Group ini dikabarkan siap menyuntikkan dana hingga Rp 5 triliun melalui beberapa skema. Antara lain penyertaan modal secara langsung, subdebt dan line credit.

Sebelumnya, dalam pemberitaan Kontan.co.id yang dimuat pada Jumat (21/9) lalu, Tahir menegaskan dirinya siap membantu menyetorkan dana guna membantu Bank Muamalat yang memang tengah membutuhkan bantuan permodalan.


Namun, Ilham Habibie membantah pernyataan tersebut. Menurutnya, dalam konsorsium investor Bank Muamalat hanya terdapat tiga nama selain dirinya, yakni keluarga Panigoro, Lnyx Asia dan SSG Capital.

"Tadi saya sebut empat konsorsium ya, tidak ada nama Tahir berarti jelas," katanya di Jakarta, Rabu (3/10).

Ilham menjelaskan, dirinya secara langsung pernah mengajak Tahir untuk bergabung dalam konsorsium investor. Namun, jawaban terakhir yang diperoleh dari Tahir belum menunjukkan kepastian.

Pihak manajemen Bank Muamalat pun sadar, bila Tahir berniat untuk masuk ke dalam susunan pemegang saham Muamalat tidak bisa dalam waktu dekat. Sebabnya, Tahir belum pernah sama sekali melakukan komunikasi dengan pemegang saham Bank Muamalat.

Sementara, pekan depan Bank Muamalat berencana untuk melangsungkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB). Alhasil, rencana ini pun tidak memungkinkan untuk terjadi dalam waktu dekat.

"Tahir dalam konsorsium memang benar ada komunikasi, saya sendiri juga yang menawarkan beliau untuk jadi konsorsium. Tapi jawaban akhir beliau adalah boleh iya boleh tidak, jadi kami ambil kesimpulan untuk saat ini perlu ada dulu komunikasi dengan pemegang saham yang saat ini karena kan sampai sekarang tidak ada," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi