Imbal Hasil Obligasi Jepang Naik Kamis (9/4), Saat Ketidakpastian Gencatan AS-Iran



KONTAN.CO.ID - Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) rebound pada Kamis (9/4/2026) seiring meningkatnya ketidakpastian terkait gencatan senjata dua minggu antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Melansir Reuters, imbal hasil JGB 10-tahun naik 3,5 basis poin menjadi 2,4%.

Baca Juga: Veteran Angkatan Darat AS Didakwa Membocorkan Informasi Rahasia ke Jurnalis


“Optimisme terhadap prospek perang di Timur Tengah memudar, dengan keraguan mengenai dibukanya kembali Selat Hormuz,” kata Naoya Hasegawa, kepala strategi obligasi di Okasan Securities.

Sementara itu, imbal hasil JGB 20-tahun naik 5 bps menjadi 3,315%, dan imbal hasil 30-tahun meningkat 5,5 bps menjadi 3,65%.

Perlu diingat, imbal hasil bergerak berlawanan arah dengan harga obligasi.

Sentimen investor tertekan setelah Israel melancarkan serangan terbesar hingga saat ini di Lebanon pada Rabu, menewaskan ratusan orang dan memicu ancaman balasan dari Iran.

Baca Juga: Astronot Artemis II Bakal Gelar Konferensi Pers Pertama dari Luar Angkasa

Teheran juga menyatakan bahwa melanjutkan negosiasi untuk kesepakatan damai permanen dengan AS akan “tidak masuk akal.”

Imbal hasil sebelumnya turun tajam setelah Presiden AS Donald Trump menyetujui gencatan senjata dua minggu dengan Iran.

“Penurunan imbal hasil pada sesi sebelumnya terbatas karena penjualan besar-besaran sebelumnya minggu ini, sebagian karena pasar memperkirakan Bank of Japan akan menaikkan suku bunga terlepas dari nasib perang di Timur Tengah,” kata Hasegawa.

Pandangan pasar terhadap kenaikan suku bunga awal BOJ masih terbagi: harga minyak yang melonjak akibat konflik di Timur Tengah dan yen yang melemah menekan inflasi, tetapi suku bunga yang lebih tinggi berpotensi membebani ekonomi.

Baca Juga: Nikkei Jepang Tergelincir Kamis (9/4) Pagi, Optimisme Gencatan AS-Iran Memudar

Pada Kamis, investor menantikan hasil lelang obligasi lima tahun, menyusul penjualan obligasi 10-tahun yang mengecewakan pekan lalu.

Imbal hasil obligasi lima tahun naik 1,5 bps menjadi 1,800%, yang dianggap menarik bagi investor yang ingin menambah portofolio obligasi di awal tahun fiskal baru, kata Hasegawa.

Sementara itu, imbal hasil obligasi dua tahun naik 1 bps menjadi 1,385%.