Imbal hasil SUN berpeluang naik akibat potensi defisit neraca dagang



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan akan naik pada perdagangan Senin (15/4). Hal ini terjadi akibat potensi defisitnya neraca perdagangan Indonesia di tengah kenaikan imbal hasil US Treasury.

Sebagai informasi, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik 5 bos ke level 2,56% pada Jumat (15/4) malam. Imbal hasil US Treasury tenor 30 tahun juga naik 6 bps ke level 2,97%.

Kenaikan imbal hasil US Treasury disebabkan oleh kekhawatiran investor yang mereda akan potensi perlambatan ekonomi global, sehingga mendorong terjadinya akumulasi pembelian saham. Tercatat, indeks S&P 500 naik 0,66% pada Jumat lalu.


Selain itu, data neraca perdagangan Indonesia di bulan Maret kemungkinan akan mengalami defisit sehingga mempengaruhi pasar obligasi Indonesia. “Neraca dagang yang defisit akan mengakibatkan kenaikan imbal hasil SUN pada hari ini,” tulis Ahmad Mikail, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia dalam riset harian yang diterima Kontan.co.id.

Dengan demikian, Mikail memproyeksikan imbal hasil SUN seri acuan tenor 10 tahun akan mengalami kenaikan di kisaran 7,5%-7,6% pada hari ini.

Adapun seri SUN yang direkomendasikan oleh investor di awal pekan ini antara lain PBS014, FR0078, FR0079, dan FR0077.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati