Imbal hasil SUN berpeluang turun, ini penjelasannya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan akan bergerak turun pada perdagangan Rabu (4/7). Hal ini didorong oleh potensi penguatan rupiah dan melemahnya imbal hasil US Treasury.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail mengatakan, imbal hasil US Treasury jangka menengah (10 tahun) dan jangka panjang (30 tahun) kemarin mengalami kenaikan tipis sebesar 2 dan 3 bps ke level 2,83% dan 2,99%. “Kenaikan tersebut didukung oleh perpindahan dana dari saham ke obliasi seiring masih tingginya ketidakpastian perang dagang antara AS dan China,” ujarnya dalam riset, hari ini.

Di sisi lain, pergerakan harga minyak dunia menahan penurunan yield US Treasury. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan gas alam kemarin bergerak bervariasi.


Harga minyak turun sebesar 0,76% (US$ 74,1 per barel) sedangkan harga gas turun 0,84% (US$ 2,83 per MMBtu). Permintaan Donald Trump agar Saudi Arabia menaikkan produksi minyaknya sebesar 2 juta barel per hari kemungkinan tidak mudah untuk terealisasi.

Mikail memproyeksikan, imbal hasil SUN akan bergerak turun hari ini seiring penguatan rupiah dan turunnya imbal hasil US Treasury. Ia memprediksi, imbal hasil SUN seri acuan 10 tahun akan bergerak di kisaran 7,80%--7,85%.

Adapun seri obligasi negara yang ia rekomendasikan hari ini antara lain FR0064, FR0075, FR0072, FR0074, dan FR0035.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie