KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Imbal hasil penempatan dana di platform fintech peer to peer (P2P) lending mencapai 14% hingga 18% per tahun. Pengamat sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai imbal hasil yang tinggi tersebut masih jadi daya tarik bagi lender untuk menempatkan dananya di fintech lending. Terlebih, bagi lender yang merasa risiko tinggi tidak menjadi masalah. "Bunga pengembalian yang mencapai 18% per tahun menjadi daya tawar menarik, atau lebih tinggi dibandingkan di deposito, Surat Berharga Negara (SBN), bahkan pasar modal," ujarnya kepada Kontan, Kamis (12/3/2026).
Imbal Hasil Tinggi Masih Jadi Daya Tarik Lender Tempatkan Dana di Fintech Lending
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Imbal hasil penempatan dana di platform fintech peer to peer (P2P) lending mencapai 14% hingga 18% per tahun. Pengamat sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai imbal hasil yang tinggi tersebut masih jadi daya tarik bagi lender untuk menempatkan dananya di fintech lending. Terlebih, bagi lender yang merasa risiko tinggi tidak menjadi masalah. "Bunga pengembalian yang mencapai 18% per tahun menjadi daya tawar menarik, atau lebih tinggi dibandingkan di deposito, Surat Berharga Negara (SBN), bahkan pasar modal," ujarnya kepada Kontan, Kamis (12/3/2026).