Imbal Hasil US Treasury Naik ke Level Tertinggi Hampir Tiga Tahun



KONTAN.CO.ID - Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) naik ke level tertinggi sejak akhir 2023 pada perdagangan Rabu (2/9/2026).

Kenaikan ini dipicu kekhawatiran inflasi setelah eskalasi konflik AS dan Iran mendorong harga minyak mentah melonjak.

Melansir Reuters, yield US Treasury tenor 10 tahun naik menjadi 4,81%, level tertinggi sejak November 2023. Sementara itu, yield Treasury tenor 30 tahun meningkat 2 basis poin (bps) menjadi 5,287%.


Baca Juga: Dolar AS Menguat Rabu (2/9), Harga Minyak Naik di Tengah Eskalasi Konflik AS-Iran

Kenaikan yield terjadi ketika pasar kembali memperhitungkan risiko inflasi yang lebih tinggi akibat lonjakan harga minyak.

AS dan Iran terlibat dalam pertukaran serangan pada Selasa malam hingga Rabu, meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan minyak global.

Harga minyak mentah Brent melonjak sekitar 2% menjadi US$ 96,52 per barel setelah sebelumnya melesat hampir 6% pada sesi perdagangan sebelumnya.

Kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan tekanan inflasi karena energi merupakan salah satu komponen penting dalam biaya produksi dan konsumsi.

Kondisi tersebut juga dapat mempersempit ruang bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter.

Kenaikan yield tidak hanya terjadi di AS. Imbal hasil obligasi di sejumlah negara maju di seluruh dunia turut meningkat karena investor mencermati risiko inflasi, prospek pengetatan kebijakan moneter serta memburuknya kondisi fiskal.

Pergerakan tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor bahwa lonjakan harga energi akibat konflik geopolitik dapat membuat inflasi bertahan lebih lama.

Baca Juga: Harga Emas Turun ke Level Terendah 2 Pekan pada Rabu (2/9), Ini Pemicunya

Kondisi ini berpotensi mendorong bank sentral mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga lebih tinggi dalam upaya mengendalikan tekanan harga.

Di AS, kenaikan yield Treasury juga menjadi perhatian pasar karena dapat meningkatkan biaya pendanaan pemerintah dan sektor swasta, sekaligus memberikan tekanan terhadap aset berisiko seperti saham.

Kenaikan yield US Treasury dan harga minyak menjadi kombinasi penting yang akan terus dicermati investor dalam menentukan arah pasar keuangan global dalam beberapa waktu ke depan.