Imbas El Nino, POPSI Proyeksikan Produksi TBS Berpotensi Turun hingga 20% pada 2027



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persatuan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) memproyeksikan penurunan produksi tandan buah segar (TBS) sekitar 15-20% pada 2027. Hal ini seiring dengan fenomena kekeringan ekstrem El Nino yang terjadi mulai tahun 2026.

Meskipun diprediksi turun, proyeksi ini telah direvisi dari perkiraan POPSI sebelumnya yakni produksi TBS bisa terpangkas hingga 50% pada tahun depan.

Baca Juga: PGN Catat Volume Niaga Gas Bumi Capai 95% dari Target 2026


"(Penurunannya) mungkin 15-20% (tahun 2027). Karena di beberapa wilayah di Kalimantan sudah ada hujan, walaupun tidak besar," ujar Ketua Umum POPSI Mansuetus Darto kepada Kontan, Selasa (20/10/2026).

Ia menambahkan, POPSI juga menyoroti kendala penyaluran yang dirasakan petani sawit akibat tingginya biaya pengangkutan saat ini. Darto menjelaskan beban petani meningkat akibat tingginya ongkos angkut termasuk biaya bahan bakar solar.

"Bagi petani yang kebunnya jauh dari jalan utama atau pabrik kelapa sawit, ongkos pengangkutan merupakan komponen yang langsung mengurangi pendapatan bersih," jelas Darto.

Hal ini terjadi di tengah penurunan harga tandan buah segar (TBS). Jika biaya transportasi meningkat sedangkan harga TBS tidak memberikan ruang keuntungan yang cukup, lanjut Darto, margin usaha petani bisa semakin tergerus.

Oleh karenanya, ia mendorong pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani dengan memperhatikan persoalan biaya yang ditanggung petani sawit.

"Pemerintah perlu melihat persoalan harga dan kesejahteraan petani secara menyeluruh, bukan hanya berdasarkan harga jual TBS, tapi juga biaya nyata yang harus ditanggung petani dari kebun hingga pabrik," tegas Darto.

Baca Juga: Tak Hanya BEV, Kemenperin Usulkan Insentif Mobil Hybrid hingga REEV

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News