KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa perkembangan ekonomi dan kemajuan kecerdasan buatan (AI) yang pesat mengancam akan memperlebar kesenjangan antara ekonomi maju dan berkembang, terutama mengingat penurunan tajam dalam bantuan pembangunan. Kepala IMF Kristalina Georgieva mengatakan bahwa Dana Moneter Internasional (IMF) mengakui tanggung jawabnya untuk membantu membiayai negara-negara saat dibutuhkan, dan mendesak negara-negara anggota IMF untuk memenuhi janji mereka dalam meningkatkan pendanaan bagi Poverty Reduction and Growth Trust (Dana Perwalian Pengurangan Kemiskinan dan Pertumbuhan), yang menyediakan pinjaman dengan bunga rendah atau tanpa bunga bagi negara berpenghasilan rendah. IMF juga meminta negara anggota untuk mengisi kembali Catastrophe Containment and Relief Trust (Dana Perwalian Penanggulangan dan Pemulihan Bencana), sebuah dana khusus yang memberikan hibah untuk keringanan dan penghapusan pembayaran utang bagi negara-negara anggota termiskin dan paling rentan.
IMF Mendesak Negara Anggota untuk Menambah Dana Bagi Negara Berpenghasilan Rendah
KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa perkembangan ekonomi dan kemajuan kecerdasan buatan (AI) yang pesat mengancam akan memperlebar kesenjangan antara ekonomi maju dan berkembang, terutama mengingat penurunan tajam dalam bantuan pembangunan. Kepala IMF Kristalina Georgieva mengatakan bahwa Dana Moneter Internasional (IMF) mengakui tanggung jawabnya untuk membantu membiayai negara-negara saat dibutuhkan, dan mendesak negara-negara anggota IMF untuk memenuhi janji mereka dalam meningkatkan pendanaan bagi Poverty Reduction and Growth Trust (Dana Perwalian Pengurangan Kemiskinan dan Pertumbuhan), yang menyediakan pinjaman dengan bunga rendah atau tanpa bunga bagi negara berpenghasilan rendah. IMF juga meminta negara anggota untuk mengisi kembali Catastrophe Containment and Relief Trust (Dana Perwalian Penanggulangan dan Pemulihan Bencana), sebuah dana khusus yang memberikan hibah untuk keringanan dan penghapusan pembayaran utang bagi negara-negara anggota termiskin dan paling rentan.
TAG: