WAHINGTON. Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi ekonomi dunia. Pemangkasan yang dilakukan kali ini, merupakan yang tertajam dalam tiga tahun terakhir. Ekonomi dunia diperkirakan tumbuh 3,5% di tahun 2015. IMF memangkas proyeksi pertumbuhan 3,8% yang dibuat pada Oktober tahun lalu. IMF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2016 tumbuh 3,7%, lebih rendah ketimbang proyeksi yang dibuat pada Oktober lalu yaitu 4%.
"Ekonomi dunia menghadapi arus yang kuat dan kompleks. Di satu sisi, negara besar mendapat manfaat dari penurunan harga minyak. Di belahan dunia lain, prospek pelambatan ekonomi mempengaruhi permintaan," kata Olivie Blanchard, Kepala Ekonom IMF di Washington, Senin (19/1). IMF menandai, pelambatan ekonomi akan terjadi di kawasan euro, Jepang, China dan Amerika Latin. Penurunan terbesar terjadi pada negara-negara penghasil minyak seperti Rusia dan Arab Saudi. Di Eropa, masalah lemahnya investasi akan menutup keuntungan ekonomi dari penurunan harga minyak mentah, pelemahan kurs euro, dan stimulus dari bank sentral ECB. Karena itu, IMF memangkas prospek PDB 19 negara pengguna euro menjadi 1,2% di tahun ini, dari sebelumnya 1,3%.
IMF juga menggunting proyeksi ekonomi China menjadi 6,8%, turun 0,3 persen poin dari proyeksi Oktober lalu. Sedangkan ekonomi Jepang yang masuk resesi pada kuartal III tahun lalu, diperkirakan IMF hanya tumbuh 0,6% tahun 2015 dari perkiraan sebelumnya 0,8%. Berkebalikan dari ini semua, IMF menaikkan proyeksi ekonomi Amerika Serikat (AS). Penurunan harga murah, kebijakan pengetatan fiskal yang moderat akan menyokong ekonomi AS. Meskipun, ekspor AS dibayangi tekanan karena penguatan dollar AS terimbas rencana bank sentral Federal Reserve menaikkan suku bunga. IMF memperkirakan, ekonomi AS melaju 3,6% tahun ini, lebih tinggi dari proyeksi yang dibuat Oktober lalu yaitu 3,1%.