IMF Sebut Krisis Bank di AS Bisa Merembet ke Dana Pensiun



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan, gejolak perbankan yang terjadi baru-baru ini di Amerika Serikat dan Eropa dapat menyebar ke lembaga-lembaga non-bank yang penting seperti dana pensiun. Kondisi tersebut akan mempersulit upaya bank-bank sentral untuk melawan inflasi yang tinggi.

Mengutip Channel News Asia, para ekonom IMF dalam blog menulis, risiko-risiko perbankan dapat meningkat dalam beberapa bulan mendatang di tengah-tengah berlanjutnya pengetatan kebijakan moneter secara global dan menyebar ke sektor non-bank yang saling terhubung, yang sekarang memegang hampir setengah dari seluruh aset keuangan global.

Tulisan ini diterbitkan bersamaan dengan sebuah bab dari laporan dua tahunan IMF mengenai stabilitas keuangan global.


Bank-bank sentral di kedua sisi Atlantik telah berjalan di garis yang tipis ketika mereka mencoba untuk mengatasi inflasi yang tinggi dengan menaikkan suku bunga tanpa menambah gejolak di sektor perbankan yang dipicu oleh keruntuhan dramatis Silicon Valley Bank.

Silicon Valley Bank bangkrut setelah mengambil risiko suku bunga yang berlebihan, yang membuatnya terekspos secara berlebihan ketika bank sentral AS memulai kampanye kenaikan suku bunga yang agresif tahun lalu.

Baca Juga: Janet Yellen Desak IMF Menekan Kreditur untuk Selesaikan Restrukturisasi Utang

Perantara keuangan non-bank (NBFI) seperti dana pensiun dan dana investasi telah berkembang secara dramatis sejak krisis keuangan global 2008, ketika para regulator bergerak untuk memperketat peraturan pada bank.

"NBFI sangat terhubung dengan bank-bank tradisional, dan dapat menjadi saluran amplifikasi yang krusial dari tekanan keuangan," kata IMF.

Ditambahkan pula, besarnya ukuran sektor NBFI berarti kelancaran fungsi sektor non-bank sangat penting untuk stabilitas keuangan.

Untuk mengatasi masalah ini dengan benar, IMF mengatakan bahwa para pembuat kebijakan harus menggunakan berbagai alat, termasuk memberlakukan pengawasan dan regulasi yang lebih kuat di sektor ini, dan memaksa perusahaan-perusahaan untuk membagikan lebih banyak data mengenai risiko-risiko yang mereka ambil.

Baca Juga: IMF Setuju Pencairan Pinjaman Sebesar US$ 5,4 Miliar untuk Argentina

Bank-bank sentral juga memiliki peran yang harus dimainkan, yang harus difokuskan pada dukungan sementara yang ditargetkan untuk NBFI yang menimbulkan risiko terhadap stabilitas keuangan, dan bagi mereka yang dianggap penting secara sistemik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie